Sebuah studi, pria secara 'dramatis' makan berlebihan dalam situasi sosial karena mereka merasa hal itu membuatnya tampil lebih maskulin. Untuk menyelidiki bagaimana menikmati makanan dengan orang lain dapat mempengaruhi perilaku seseorang diadakan penelitian. Peneliti di Amerika Serikat menantang 20 pria dan wanita dengan tipe tubuh yang sama untuk secara kompetitif makan sayap ayam dalam waktu 30 menit, dengan dan tanpa sorakan penonton.
Foto: iStock |
Selain itu, pesaing juga diberitahu bahwa yang menang akan diberi medali. Di bagian kedua dari studi yang dilakukan oleh Food Lab di Cornell University yang melibatkan 93 siswa pria dan wanita. Dalam survei yang dinilai sebagai pemakan kompetitif secara acak berdasarkan seberapa cerdas, menarik, sehat, kuat dan tampak romantis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika diinvestigasi setelah kompetisi, wanita mengatakan mereka merasa "sadar diri" dan "sedikit malu". Hal ini berbeda dengan pria yang menggambarkan bahwa mereka "keren" dan "menggembirakan" saat ikut kompetisi.
Foto: iStock |
Penelitian dalam studi kecil menyimpulkan bahwa, ketika taruhannya relatif rendah, makan secara "dramatis" seseorang cenderung lebih banyak. Temuan ini mendukung studi sebelumnya bahwa ada indikasi bahwa pria makan berlebihan dalam situasi sosial, dimana ada peluang untuk "pamer".
Hal ini dapat mempengaruhi seberapa banyak pria dengan usia muda, makan di pesta dan juga acara lainnya. Brian Wansink, direktur dari Cornell's Food and Brand Lab sekaligus penulis utama studi mengatakan kepada Indipendent (08/12) bahwa pria menunjukkan perilaku yang lebih ekstrim jika mereka berfikir bahwa orang lain akan melihat mereka, terutama di depan wanita. (lus/odi)

Foto: iStock
Foto: iStock
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN