7 Cara Cepat Memasak Ini Bisa Memboroskan Nutrisi Makanan

7 Cara Cepat Memasak Ini Bisa Memboroskan Nutrisi Makanan

Maya Safira - detikFood
Senin, 07 Nov 2016 09:35 WIB
7 Cara Cepat Memasak Ini Bisa Memboroskan Nutrisi Makanan
Foto: iStock/Readers Digest
Jakarta - Cara pintas sering dilakukan saat memasak agar waktu lebih pendek. Sayangnya tidak semuanya berefek baik untuk nutrisi makanan.

Hal sepele seperti memotong bagian roti yang berjamur atau merebus sayuran dengan banyak air ternyata ada pengaruhnya pada gizi. Merangkum saran dari beberapa ahli, Reader's Digest memberikan daftar cara cepat dalam memasak yang sering kita lakukan.

1. Merebus sayuran dalam air banyak

Foto: iStock/Readers Digest
Dalam resep barat ada istilah 'boil' dan 'simmer'. Keduanya mungkin sama-sama berarti merebus. Tapi ada perbedaannya.

'Simmer' terdiri dari gelembung-gelembung kecil konstan dan sedikit gumpalan uap. Kira-kira panas air sekitar 82 derajat Celcius. Sementara boil (mendidih) menghasilkan uap konstan dengan gelembung besar yang secara cepat muncul ke permukaan. Air sudah mencapai 100 derajat Celcius.

Merebus daging sebaiknya jangan sampai air mendidih karena menghancurkan protein dalam daging dan membuatnya kering. Namun proses 'boil' yang diikuti dengan blansir merupakan cara terbaik untuk sayuran berwarna misalnya buncis. Sayuran justru bisa memudar warnanya ketika dimasak dalam air tidak mendidih (simmer). Karena tergantung bahan, sebaiknya perhatikan resep dengan seksama untuk proses perebusan.

2. Memanggang makanan dalam oven yang belum panas

Foto: iStock/Readers Digest
Memanggang makanan dalam oven yang belum panas dianggap kurang baik. Cara ini bisa meningkatkan risiko penyakit karena makanan. Terutama jika makanan sudah berada di suhu ruang selama beberapa saat. Ketika makanan dalam zona bahaya (suhu 4-60 derajat Celcius), bakteri bisa berkembang biak dengan cepat. Agar aman, sebaiknya tunggu oven panas sesuai yang dianjurkan dalam resep.

3. Memotong bagian makanan yang berjamur

Foto: iStock/Readers Digest
Makanan padat cenderung lebih aman dibanding makanan lunak. Kapang umumnya tidak bisa menembus keju keras seperti cheddar. Jadi tidak masalah jika memotong sekitar 2,5 cm. Ini juga berlaku pada produk sayur padat misalnya paprika dan wortel.

Adapun dengan kadar air tinggi yang berjamur sebaiknya dibuang. Misalnya yogurt, keju lunak, sisa makanan dan roti. Makanan berpori mungkin terkontaminasi di bawah permukaan.

4. Memakai telur dingin dari kulkas

Foto: iStock/Readers Digest
Banyak resep menyarankan telur didiamkan sampai mencapai suhu ruang sebelum dipakai untuk membuat kue. Sebab campuran adonan paling baik bila berada pada suhu yang sama.

Campuran tersebut bisa menghasilkan adonan halus yang mengembang dengan baik, misalnya angel food cake. Untuk cookies sendiri, akan terasa lebih kokoh jika dibuat dengan adonan yang sudah didinginkan. Tapi adonan dicampur dalam suhu ruang baru kemudian dimasukkan chiller selama 30 menit.

5. Pasta rebus dibilas air

Foto: iStock/Readers Digest
Kadang pasta dibilas air lagi setelah proses perebusan. Namun tidak masalah jika tidak dilakukan, malah dianggap lebih baik.

Membilas pasta bisa menyapu rasa dan pati alami, sehingga saus jadi kurang menempel. Itulah mengapa beberapa resep menyarankan pemakaian air rebusan pasta untuk saus. Karenanya, lebih baik tidak membilas pasta. Tiriskan pasta setelah merebusnya lalu diamkan sampai tidak panas lagi.

6. Makanan beku dilumerkan dan dibekukan lagi

Foto: iStock/Readers Digest
Makanan dibekukan kembali setelah pelumeran dianggap kurang baik. Jika makanan dilumerkan dalam lemari es bersuhu 4 derajat Celcius atau lebih rendah, aman untuk dikembalikan ke freezer. Tapi rasanya akan kurang enak.

Sementara, melumerkan makanan beku dalam air bisa menyebabkannya kering dan menguubah rasa maupun tekstur. Sehingga melumer kan kedua kali bisa meningkatkan efek-efek ini.

7. Mendiamkan daging panggang beberapa saat

Foto: iStock/Readers Digest
Jika daging tidak didiamkan dulu setelah masak, jus lezat di dalamnya akan keluar dari daging. Membuat teksturnya jadi kering dan hambar.

Jus daging berpindah menuju bagian tengah daging selama proses masak. Membiarkannya 5-10 menit untuk potongan kecil seperti fillet dada ayam atau steak bisa membuat jus daging tersebar merata ke seluruh bagian daging.

Halaman 2 dari 8
(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads