Tren Keju Leleh

Kenapa Keju yang Meleleh Rasanya Makin Enak? Ini Penjelasannya

Annisa Trimirasti - detikFood Minggu, 23 Okt 2016 09:50 WIB
Foto: GettyImages/FoodBeast/Telegraph Foto: GettyImages/FoodBeast/Telegraph
FOKUS BERITA Tren Keju Leleh
Jakarta - Lelelan keju bukan hanya menggiurkan saat dilihat. Tetapi juga sangat nikmat di lidah. Ini alasannya!

Siapa yang tahan godaaan melihat keju mulur lumer menggiurkan. Begitu banyak penggemar keju leleh sehingga ditambahkan pada berbagai makanan. Seperti burger, pizza, nachos, roti bakar, nasi goreng, martabak Keju potongan biasa dipanaskan pada suhu sekitar 65 derajat. Saat itu matriks protein susu yang membentuk struktur keju rusak dan jadilah keju leleh. Menarik selera orang bahkan hanya dalam bentuk gambar.

 Kenapa Keju yang Meleleh Rasanya Makin Enak? Ini Penjelasannya

Sekelompok ilmuwan Belanda bereksperimen pada vanilla custard (vla vanili) menemukan bahwa diskripsi creamy pada dessert bergantung pada beberapa faktor. Seperti viskositas, homogenitas, tekstur dan tampilan permukaan.

Seperti dijelaskan pada popsci.com (15/10/12), salah satu peneliti, Rene de Wijk dari Wageningen UR's Food & Biobased Research, mengatakan subjek tes, lebih memilih custard dengan gesekan lembut di mulut. Menurut de Wijk faktor yang sama mungkin berlaku pada keju.
Harold McGee, penulis buku 'On Food and Cooking: The Science and Lore of the Kitchen' juga menambahkan rasa hangat dari keju leleh menjadi sumber kesenangan tersendiri.

Mendukung pernyataan McGee, Wall Street Journal (2014) menyebutkan keju leleh sudah menjadi rasa tersendiri yang berbeda dengan keju biasa. Panas membawa keluar rasa umami dari keju. Umami adalah rasa ke-5 setelah manis, asin, asam, dan pahit. Rasa ini juga bisa ditemukan dalam makanan seperti kecap, kaldu, dan rumput laut.

 Kenapa Keju yang Meleleh Rasanya Makin Enak? Ini Penjelasannya

Secara bersama-sama, semua sensasi yang terkait dengan keju leleh, halus, liat, lengket, dan hangat itu menjadi sajian berlemak lezat.
Manusia sangat menyukai lemak. Ivan de Araujo, peneliti di Yale University, mempelajari bagaimana sistem saraf merespon makanan berlemak.

 Kenapa Keju yang Meleleh Rasanya Makin Enak? Ini Penjelasannya

Hasilnya, reseptor-reseptor di mulut, entah berkat evolusi atau pembelajaran individu, sangat bersemangat dan aktif pada makanan padat kalori dan tekstur berminyak. Bahkan lemak juga disebut sebagai rasa ke-6 yang dikenali manusia, bahkan lewat bau. (lus/odi)
FOKUS BERITA Tren Keju Leleh