Tren Keju Leleh

Tergoda Gambar Tarikan Keju Leleh pada Makanan? Ini Alasannya

Maya Safira - detikFood Jumat, 21 Okt 2016 14:30 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
FOKUS BERITA Tren Keju Leleh
Jakarta - Restoran bisa populer salah satunya karena daya tarik gambar menu dengan tarikan keju. Ternyata ada alasan mengapa konsumen tertarik gambar seperti ini.

Saat membuka media sosial lalu melihat foto atau video makanan hangat dengan tarikan keju leleh, kebanyakan orang akan penasaran dan tergoda mencoba. Restoran dengan menu seperti ini pun kemudian jadi populer karena daya tarik lelehan keju.

Sebenarnya ada alasan mengapa banyak perusahaan makanan maupun restoran mengandalkan lelehan keju sebagai daya tarik produknya. Dalam dunia periklanan, 'cheese pull' atau tarikan keju lebih dari suatu tampilan menggoda.

 Tergoda Gambar Tarikan Keju Leleh pada Makanan? Ini Alasannya

Quartz.com memaparkan bahwa gerakan saat keju ditarik yang menimbulkan lelehan mulur berserat itu merupakan sebuah ide pengiklan. Mereka menggunakannya untuk berkomunikasi dengan bagian otak kita yang tidak berfungsi secara lisan. Berbicara pada dorongan dasar manusia yang tidak memahami kata, tapi meresponnya dengan rasa lapar, haus, gairah atau keinginan.

Menurut Mark DiMassimo, chief executive biro iklan DiMassimo Goldstein, tarikan keju merupakan sebuah gambar yang membawa orang ke dalam sebuah momen dan mengeluarkan mereka dari pikiran rasionalnya. Pengiklan menyukainya karena ini jadi sebuah cara visual 'mengirimkan' rasa lapar.

"Mereka (konsumen) memiliki sedikit rasa lapar yang dikirimkan ke otaknya dan tanpa berpikir mereka akan pergi ke luar dan makan banyak produk (keju)," ungkap Mark, seperti dilansir dari Quartz.

Misalnya, orang tak perlu diberitahu untuk makan pizza. Saat melihat tarikan keju, tanpa benar-benar sadar mereka ingin makan pizza.

Dalam iklan makanan, tarikan keju juga bisa menimbulkan rasa akrab. Mengingatkan seseorang saat terakhir kali pernah makan makanan itu dan menghubungkan visualnya pada tekstur dan tampilan yang pernah dirasakan ketika menyantapnya.

Sehingga gambarnya terasa memuaskan karena membangkitkan perasaan atau memori yang sama ketika memakan makanan yang ditampilkan. Secara bersamaan, mendesak orang untuk memesannya lagi.

"Makanan disebut sebuah stimulus penguat utama. Kita menyadari nilai makanan bahkan saat kita tidak bisa menyentuh atau merasakannya," ujar Uma Karmarkar, seorang asisten profesor marketing di Harvard Business School.

Quartz mencatat bahwa memori tersebut dapat benar-benar memicu pelepasan senyawa kimia di otak, mirip dengan mereka yang adiksi narkoba. Pizza, contohnya, merupakan makanan yang menimbulkan adiksi. Sehingga tarikan keju di iklan bisa dengan mudah memicu keinginan makan hanya dengan melihatnya.

 Tergoda Gambar Tarikan Keju Leleh pada Makanan? Ini Alasannya

"Senyawa kimia yang dirilis di otak sering dilepaskan sebelum kita mengonsumsi makanan. Ini sama menariknya seperti narkoba. Adiksi menjadi muncul dan Anda ingin menyantap pizza itu," ujar Kevin Hogan, yang telah banyak menulis tentang pemicu psikologis dibalik pemasaran dan iklan.

Memang tarikan keju merupakan trik lama dalam iklan, namun dianggap masih efisien hingga kini. Pesannya bisa tersampaikan ke banyak orang secara instan. Apalagi di era media sosial seperti saat ini.

"Ungkapan yang mengatakan sebuah gambar berbicara lebih banyak secara fisiologis benar. Itu sebabnya orang banyak mengandalkan visual yang klise dan cepat ini," pungkas Britt Nolan di agensi Leo Burnett Amerika Serikat. (lus/odi)
FOKUS BERITA Tren Keju Leleh