5 Kesalahan yang Sepele Ini Sering Terjadi Saat Memasak Ayam

5 Kesalahan yang Sepele Ini Sering Terjadi Saat Memasak Ayam

Annisa Trimirasti - detikFood
Selasa, 18 Okt 2016 09:55 WIB
5 Kesalahan yang Sepele Ini Sering Terjadi Saat Memasak Ayam
Foto: iStock
Jakarta - Daging ayam gampang direka jadi berbagai masakan. Namun demikian masih saja ada kesalahan dalam pengolahannya.

Unggas lezat ini dikonsumsi 8 miliar per tahun atau setara 22 juta ayam per hari. Ayam bisa digoreng, dipanggang, dibakar, ditumis atau dibuat sup.

Saking banyaknya varian masakan ayam, sepertinya semua orang bisa memasak unggas terpopuler di dunia ini. Rupanya tidak demikian. Menurut mashed.com (2016), ini 5 kesalahan yang sering dilakukan orang saat memasak ayam.

1. Dilumerkan perlahan

Foto: Getty Images
Ayam beku dari freezer, biasanya ditaruh di suhu ruangan agar lumer perlahan. Padahal cara ini memperbesar kemungkinan keracunan makanan.

Bagian luar ayam yang sudah lumer akan menjadi media bakteri salmonella berkembang biak. Suhu 20 C merupakan suhu ideal untuk bakteri.

Cara terbaik, masukkan ayam beku dalam kantong bersegel, rendam dalam air dingin. Ganti air secara teratur agar tetap dingin sampai daging benar-benar lumer seluruhnya.

2. Langsung memasak ayam dari kulkas

Foto: Getty Images
Memasak ayam langsung dari kulkas, bahkan saat ayam tidak beku hanya akan mematangkan bagian luar ayam, bagian dalamnya tidak matang.

Sebaiknya biarkan selama 15 menit (bakteri cenderung berkembang biak setelah 20 menit) , di suhu ruangan agar seluruh bagian ayam bersuhu sama. Kemudian masak sesuai resep Anda.

3. Penanganan yang ceroboh

Foto: Getty Images
Unggas mentah adalah tempat terbaik untuk salmonella dan bakteri lainnya. karenanya tangani dengan baik produk ini. Jangan gunakan piring bekas menaruh ayam mentah, cuci tangan setelah menyentuhnya dan jangan mencucinya di wastafel.

Mencuci di wastafel akan menyebarkan tetes air yang terkena ayam di sekitarnya, termasuk makanan lain dan peralatan dapur.

4. Mengangkat tulang dan kulit sebelum dimasak

Foto: Mashed
Saat Anda memasak daging, kelembaban menguap dan jika terlalu banyak, daging menjadi kering. Salah satu cara menjaga kelembaban daging adalah dengan membatasi lamanya terkena paparan panas. Tetapi jika memasaknya terlalu cepat, panas mungkin tidak merata hingga ke bagian dalam daging.

Cara terbaik, masak ayam dengan kulit dan tulangnya. Meskipun Anda tidak makan kulit, tetap memasak dengannya. Hasil masakan akan cokelat lezat dan matang merata. Kulit melindungi daging dari panas dan menjaga kelembaban. Sedang tulang menyerap panas.

5. Memasak melewati 74 derajat celcius

Foto: Flickr
Termometer daging penting untuk memastikan daging matang sempurna dan aman dimakan. Suhu terbaik adalah 74 derajat celcius dimana bakteri sudah mati.

Namun, jangan melebihi batas suhu tersebut, makanan akan kering. Meskipun berulangkali menusuk daging dengan termometer tetapi hal ini menjaga makanan aman, lembab dan juicy.
Halaman 2 dari 6
(adr/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads