Unggas lezat ini dikonsumsi 8 miliar per tahun atau setara 22 juta ayam per hari. Ayam bisa digoreng, dipanggang, dibakar, ditumis atau dibuat sup.
Saking banyaknya varian masakan ayam, sepertinya semua orang bisa memasak unggas terpopuler di dunia ini. Rupanya tidak demikian. Menurut mashed.com (2016), ini 5 kesalahan yang sering dilakukan orang saat memasak ayam.
1. Dilumerkan perlahan
|
Foto: Getty Images
|
Bagian luar ayam yang sudah lumer akan menjadi media bakteri salmonella berkembang biak. Suhu 20 C merupakan suhu ideal untuk bakteri.
Cara terbaik, masukkan ayam beku dalam kantong bersegel, rendam dalam air dingin. Ganti air secara teratur agar tetap dingin sampai daging benar-benar lumer seluruhnya.
2. Langsung memasak ayam dari kulkas
|
Foto: Getty Images
|
Sebaiknya biarkan selama 15 menit (bakteri cenderung berkembang biak setelah 20 menit) , di suhu ruangan agar seluruh bagian ayam bersuhu sama. Kemudian masak sesuai resep Anda.
3. Penanganan yang ceroboh
|
Foto: Getty Images
|
Mencuci di wastafel akan menyebarkan tetes air yang terkena ayam di sekitarnya, termasuk makanan lain dan peralatan dapur.
4. Mengangkat tulang dan kulit sebelum dimasak
|
Foto: Mashed
|
Cara terbaik, masak ayam dengan kulit dan tulangnya. Meskipun Anda tidak makan kulit, tetap memasak dengannya. Hasil masakan akan cokelat lezat dan matang merata. Kulit melindungi daging dari panas dan menjaga kelembaban. Sedang tulang menyerap panas.
5. Memasak melewati 74 derajat celcius
|
Foto: Flickr
|
Namun, jangan melebihi batas suhu tersebut, makanan akan kering. Meskipun berulangkali menusuk daging dengan termometer tetapi hal ini menjaga makanan aman, lembab dan juicy.
Halaman 2 dari 6

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN