Jadi Pemilik Gerai Ramen Ternyata Tak Semudah yang Dibayangkan

Jadi Pemilik Gerai Ramen Ternyata Tak Semudah yang Dibayangkan

Aisyah Kamaliah - detikFood
Selasa, 27 Sep 2016 09:41 WIB
Foto: grapee.jp
Jakarta - Sluurp! Gurih hangat kuah ramen disukai semua orang. Tak secepat menyantap semangkuk ramen, untuk membuatnya perlu kerja keras.

Tak perlu jadi pemiliki toko ramen untuk mengetahui betapa sulitnya mengelola gerai ramen, Kunimoto seorang pemiliki restoran ramen Mengokoro Kunimoto membeberkan rutinitas sehari-harinya dalam menjalankan bisnisnya, seperti dikutip dari popsugar.com (24/9/16).

Kunimoto adalah orang yang pertama kali datang ke restoran dan menjadi yang terakhir pulang. Ia mulai bekerja dari pukul 8 pagi hingga jam 23.30 setiap harinya. Ia hanya punya waktu sekitar 15 menit untuk beristirahat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



"Saya tidak beristirahat, saya terus memasak kaldu, dan melakukan perkerjaan lain, memasak sup serta mendinginkannya," ujar Kunimoto.

Meskipun dulu sempat tidak memiliki gairah dengan profesi yang ia tekuni sekarang, Kunimoto akhirnya jatuh hati. Iapun
menyadari akan mimpinya untuk membuat ramen sesuai yang ingin dia capai.

"Saya ingin menciptakan sesuatu dan membuat orang bahagia," ujarnya penuh semangat.

Setiap harinya ia melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. Selagi membuat kaldu, ia biasanya juga menyiapkan telur pada waktu yag sama. Namun Kunimoto bukan lah satu-satunya penjual ramen yang bekerja keras. Menurutnya para penjual ramen lainnya bahkan ada yang memulai bersiap sejak pukul 5 pagi.

Restoran ramen miliknya juga belum memiliki karyawan sehingga ia bekerja hanya dibantu oleh orangtuanya. Tetapi ada beberapa pekerja paruh waktu. Identik dengan Jepang sebagai pekerja keras, mereka bekerja mulai pukul 09.00-15.00.

Kunimoto sangat menyadari meskipun ia seorang bos bukan berarti menjadikanya bisa ongkang kaki. Justru ia harus melakukan semua kegiatan mulai dari menyuci piring, membersihkan dinding hingga menggosok lantai.



"Gerai ini yang memiliki kami. Alih-alih berlaku seperti bos, Anda punya seluruh pelanggan yang harus Anda puaskan," tuturnya.

Untuk memuaskan pelanggan, Kunimoto punya empat versi dari ramen berbeda. Yang pertama adalah original yang punya rasa kaldu yang kuat serta daging babi berlemak. Sedangkan yang kedua, Shio Ramen (ramen asin), kaldunya lebih ringan dan dengan irisan babi, mienya juga lebih tipis dari ramen biasa.

Selanjutnya adalah ramen Noukou Ramen (ramen kental), kaldunya kental dan rasa ikannya lebih kuat. Ramen ini juga berisi banyak bawang. Yang terakhir adalah tsukemen. Berbeda dengan ramen lain, kuah dan mienya berada disajikan dalam dua mangkok berbeda. Mienya dingin smeentara kaldunya panas dengan rasa gurih kaldu yang lebih kuat.

Ternyata memiliki toko ramen sungguh sebuah kerja kerja keras. Kunimoto sudah membuktikan dengan bekerja 80 jam seminggu. (msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads