Gaya Hidup Generasi Y Australia Sebabkan Limbah Makanan Terus Meningkat

Annisa Trimirasti - detikFood Minggu, 25 Sep 2016 11:00 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Limbah makanan jadi problem Australia. Tiap tahun 10 milliar dollar terbuang sia-sia. Generasi Y disebut sebagai penyebabnya.

RaboDirect Financial Health Barometer 2016 menyebutkan tiap rumah di Australia membuang 14% belanja mingguannya, lapor theguardian.com (23/9/16). Sedangkan 1 dari 4 konsumen generasi Y (kelahiran 1980-2000) membuang 20% dari belanjaan mingguan mereka.

Laporan ini juga menyebutkan adanya korelasi antara pemborosan makanan dan kurangnya pemahaman tentang pertanian dan produksi pangan.

Juru bicara Rabobank, Glenn Wealands, mengatakan orang yang menilai pertanian dan produksi pangan 'tidak penting' membuang 25% bahan makanan mingguan. Sementara yang mengatakan hal itu 'sangat penting' membuang 13%.


Survei pada 23.000 orang usia 16-65 tahun melaporkan pemborosan makanan lebih tinggi di kota-kota besar khususnya Sydney, daripada di daerah.

Sydney memiliki rata-rata pengeluaran rumah tangga mingguan tertinggi $163 seminggu, dibandingkan dengan New South Wales sebesar $159 dan $145 untuk Australia Selatan dan Tasmania.

Dilaporkan, ada korelasi antara pendapatan dan sampah makanan. Generasi Y diduga penyebabnya karena memiliki situasi keuangan yang baik, pengeluaran yang bebas dan tanpa tekanan hutang.



"Generasi Y punya kebebasan dan spontanitas yang lebih daripada generasi X dan baby boomer (generasi 1946 – 1964) sehingga mereka lebih mudah membuang makanan," ujar Wealands.

Pemborosan makanan ini bisa dikurangi dengan merencakan menu makan https://food.detik.com/read/2016/09/13/071340/3296511/297/ini-cara-belanja-hemat-tetapi-menu-makanan-tetap-bernutrisi dan taat pada hal tersebut. Seperti orangtua mereka di rumah.

Ronni Kahn, CEO OzHarvest, organisasi pemberi limbah makanan layak konsumsi kepada orang yang membutuhkan, mengatakan pemborosan limbah makanan 4 kali lebih tinggi atau hampir 4000 dolar dari laporan Rabobank.

Sedangkan, Melbourne Foodprint menyebutkan pengeluaran rumah tangga yang berakhir menjadi sampah makanan di Melbourne rata-rata, $ 2.200 setahun, atau 200 kg per orang.

Kahn mengatakan ada korelasi antara konsumen tidak sadar tentang mekanisme produksi pangan dan kemauan konsumen membuang makanan.

Hal ini karena hilangnya hubungan tentang produksi makanan dan konsumsinya. konsumen dimanja dengan pilihan dengan kecukupan persediaan makanan sepanjang hari. Kapanpun ke supermarket selalu ada makanan.


Orang tidak lagi diajarkan bagaimana membuat anggaran dan menyiapkan makanan oleh orang tua mereka. Adanya berbagai acara memasak membuat orang semakin banyak berbelanja bahan makanan yang pada akhirnya tidak pernah dimasak.

"Jika orang menganggap resep hanya sebagai panduan dan melihat isi kulkas mereka sebelum berbelanja, mereka dapat menghemat $3.000 hingga $4,000 per tahun," tandas Kahn. (lus/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com