Anak Berkebutuhan Khusus Bisa Bekerja di The Cause Cafe

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Sabtu, 24 Sep 2016 12:50 WIB
Foto: Longislandernews.com
Jakarta - Beberapa kafe peduli pada penyandang disabilitas. Seperti The Cause Cafe yang mempekerjakan anak berkebutuhan khusus.

The Cause Cafe berbeda dari coffee shop lain karena mempekerjakan 15 anak penyandang autisme dan disabilitas lainnya sebagai pegawai. Kafe di Long Island, New York ini bahkan memberi pelatihan bagi mereka.



Stacy Wohl, pemilik The Cause Cafe memulai inisiatif mulia ini karena terinspirasi kehidupan pribadinya. Ia memiliki anak laki-laki dan perempuan dengan autisme berat.

"Hanya karena mereka memiliki keterbatasan bukan berarti mereka tidak bisa melakukan hal yang kita lakukan," ujar Wohl yang membuka The Cause Cafe pada April lalu.

Menurutnya penyandang autis dan disabilitas lain juga ingin produktif, senang, merasa terpenuhi, berada di tengah masyarakat, dan merasa nyaman dengan dirinya sendiri.



Sayangnya mereka yang memiliki keterbatasan sulit mendapat pekerjaan tetap. Tahun 2015, tingkat pengangguran orang-orang dengan disabilitas mencapai 10,7%. Jumlah ini dua kali lipat dibanding pengangguran di kalangan non-disabilitas, sebut laporan Biro Statistik Tenaga Kerja setempat.

Untuk penyandang autisme, dukungan dan kesempatan mereka semakin kecil begitu menginjak usia 21 tahun. "Ini disebut jatuh dari tebing. Pada umur 22 tahun, tidak ada lagi layanan seperti itu."

Bagi Stacy, bisnisnya tidak hanya memberi pekerjaan bagi penyandang disabilitas. Tetapi juga bertujuan membuktikan mereka bisa jadi anggota masyarakat produktif dan berkembang dengan dukungan tepat.



Di kafe bertema Prancis ini, para penyandang disabilitas bertugas mengatur meja dan berkomunikasi dengan pelanggan. Sementara yang lain bekerja di dapur untuk menyiapkan dan memasak makanan.

"Hal utama adalah memberi penyandang disabilitas pelatihan pekerjaan, 'mengeluarkan' mereka dari rumah, dan membuatnya merasa bermanfaat," ujar Dr. Cheryl Mendelsohn, psikolog dan Direktur Pelatihan Kafe kepada Huffington Post (22/9).

Mendelsohn bekerja sama dengan mereka dalam hal mengembangkan kemampuan sosial mereka. Juga mengajari prosedur operasional restoran.

Sementara itu banyak pegawai disabilitas merasakan dampak besar dalam kehidupan mereka semenjak bekerja di kafe.

Cody Stillwagon yang memiliki gelar di bidang kuliner dulunya diberi tugas mencuci piring. Namun kini ia bekerja di dapur melakukan hal yang ia suka.

"Untuk bisa bekerja di sini dan diperlakukan dengan hormat benar-benar mengubah hidup saya, karena saya siap menyerah pada mimpi memasak saya setelah meninggalkan restoran lain," ujar Stullwagon.

Menurut Wohl, pelanggan berperan penting dalam memberi dampak pada kehidupan pegawai. "Anda bisa pergi kemanapun untuk mendapat secangkir kopi. Tetapi saat ke sini dan memesan kopi, Anda membantu mengubah hidup seseorang," pungkasnya.

Sebelumnya Hugs Cafe di Texas juga mempekerjakan penyandang sindrom Down. Mereka dipekerjakan agar mereka merasa mempunyai tujuan hidup, dan tidak merasa terasingkan. (msa/odi)