Pasokan Gandum Dunia Menurun Karena Perubahan Iklim Global

Pasokan Gandum Dunia Menurun Karena Perubahan Iklim Global

Odilia Winneke Setiawati - detikFood
Kamis, 15 Sep 2016 06:22 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Pemanasan global berdampak pada produksi pangan. Selain kopi dan cokelat, gandum juga akan berkurang produksinya.

Kini banyak negara merasakan perubahan cuaca akibat pemanasan global. Pertanian mengalami dampak langsung. Produksi pangan tertentu cenderung menysuut. Mulai dari kopi hingga seafood.

Gandum kini juga masuk dalam daftar bahan makanan yang akan menyusut produksinya. Sebuah laporan di Nature Climate dari ilmuwan di Amerika, Eropa dan China menyebutkan jika temperatur global naik 1 derajat Celsius akan berdampak serius. Akan mengurangi pasokan gandum akan berkurang lebih dari 44 juta ton atau sekitar 6.8 persen.

Manusia mengonsumsi 500 juta ton gandum setiap tahun. Menurut thedailymeal.com (14/9) kondisi ini akan pengaruhi konsumsi gandum di berbagai negara. Sementara di kawasan yang lebih hangat seperti India akan mengalami dampak lebih serius. Diprediksi sekitar 8 persen perkebunan gandum akan mengalami kegagalan panen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara pasokan pasta dan roti di seluruh dunia akan menyusut tajam. 'Dampak negatif yang konsisten dari naiknya temperatur dikonfirmasi dengan 3 metode bebas. Diperlukan investasi dalam strategi peribahan iklim untuk kurangi dampak global naiknya temperatur pada produksi gandum. Termasuk pembuktian genetik dan manajemen penyesuaisan,' tulis para peneliti dalam laporan mereka.

Jika tak segera dilakukan program penganggulangan bukan tak mungkin dalam beberapa tahun ke depan orang tak bisa leluasa menikmati roti, pasta dan kue-kue lagi. Harga gandum semakin mahal karena pasokan menurun. (odi/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads