Jika Berkualitas dan Dikemas Menarik, Produk Makanan Lokal Bisa Memikat Wisatawan

Jika Berkualitas dan Dikemas Menarik, Produk Makanan Lokal Bisa Memikat Wisatawan

Lusiana Mustinda - detikFood
Jumat, 09 Sep 2016 12:45 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Banyak wisatawan yang berburu kuliner di Indonesia. Hal ini perlu ditunjang dengan ilmu pengolahan makanan dan kreatifitas.

Aktifitas kepariwisataan tidak lepas dari kuliner. Hampir setiap wisatwan yang berkunjung ke suatu daerah selalu mencicipi kuliner lokal ataupun membeli oleh-oleh untuk keluarga. Indonesia dengan banyaknya destinasi wisatanya menjadi magnet yang kuat untuk mengundang wisatawan asing serta lokal.

Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata, sektor kuliner memberikan kontribusi nilai tambah bruto sebesar Rp 208,6 triliun dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,5 persen dari tahun 2012-2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sektor kuliner juga banyak menyerap tenaga kerja sebesar 3,7 juta orang dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 26 persen. Unit usaha yang tercipta dari sektor ini tercatat sebesar 3,0 juta dengan rata-rata pertumbuhan 0,9 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa kuliner Indonesia dapat menjadi salah satu faktor penggerak ekonomi masyarakat.

"Dengan potensi perkembangan wisata dan kuliner yang cukup tinggi. Jika dilihat secara presentasi permintaannya tinggi yaitu 100 persen tetapi yang terakomodir hanya 60 persennya," jelas Chef Rahmat Kusnedi, Pastry Chef sekaligus President of Indonesia Pastry Alliance dalam Konferensi Pers Kampanye Blue Band Master Oleh-oleh pada Kamis (08/09).

Karenanya diperlukan pengetahuan yang lebih tinggi mengenai bagaimana cara mengolah bahan baku lokal berkualitas. Agar menghasilkan produk yang baik dengan daya simpan lama.

"Kalau berbicara mengenai oleh-oleh yang diburu wisatawan asing adalah ragam jenis makanan yang diolah dengan bumbu tradisional. Seperti spekkoek dan aneka kue dengan tambahan rempah yang tidak bisa ditemukan di Eropa," jelas Pastry Chef yang sudah berpengalaman hampir lebih dari 20 tahun.

"Di Malang, spekkoek juga sering dicari orang bule," tambah pria kelahiran Bogor ini.

Kedepannya konsep jajanan pasar yang dikemas secara cantik juga bisa diadopsi oleh masyarakat Indonesia. "Misalnya saja membuat kue lumpur dengan 3 macam jenis rasa. Dibungkus dengan kotak cantik dan daya tahannya bisa 4 hari ini cocok sebagai oleh-oleh," tutup Rahmat saat ditemui oleh detikFood. (lus/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads