Ini Alasan Sebaiknya Anda Berhenti Minum dengan Sedotan Plastik

Annisa Trimirasti - detikFood Senin, 05 Sep 2016 09:20 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Minum dengan sedotan disukai segala usia. Kecuali menambah nikmat minuman, pemakaian sedotan punya efek negatif.

Meskipun kecil dan memberi kenikmatan dalam menenggak minuman, sedotan plastik juga berdampak buruk bagi lingkungan. Delish (31/8/16) menyebutkan 4 hal serius yang bisa terjadi jika terus menerus memakai sedotan untuk minum.

1. Membunuh ikan paus
Menurut ecocycle.org, sekitar 500 juta sedotan sekali pakai digunakan setiap hari. Hampir semuanya berakhir di tempat pembuangan sampah karena sedotan plastik tidak diterima untuk daur ulang.

Dari pembuangan sampah, banyak dari sedotan ini berakhir di laut yang kemudian pecah menjadi partikel kecil. Ikan paus dan hewan laut lainnya salah mengira sebagai makanan.

Hingga akhirnya seekor ikan paus terdampar di pantai dan perut mereka penuh plastik. Adrian Grenier, aktor, yang juga meluncurkan sebuah yayasan, The Lonely Whale, untuk membantu mengurangi polusi air, memutuskan berhenti menggunakan sedotan palstik secara total.

"Saat ini, saya fokus pada plastik sekali pakai karena itu yang paling jelas dan mudah diperbaiki. Saya membantu dengan tidak menggunakan sedotan plastik dan plastik sekali pakai lainnya seperti kantong belanjaan atau botol air plastik," ujar Grenier.

2. Membuat warna bibir seperti perokok


Meskipun Anda tidak merokok, kebiasaan minum es kopi setiap hari bisa memberikan tampilan yang sama dari waktu ke waktu.

"Saat Anda minum dari sedotan, gerakan area mulut mendorong kerusakan kolagen dan elastisitas lebih cepat, sehingga menyebabkan garis dan keriput yang tidak perlu," tutur Renee Rouleau, ahli estetika selebriti.

3. Membuat gigi bernoda
Sedotan sama sekali tidak mencegah gigi dari noda minuman. Burhenne,DDS menulis saat menyedot minuman, gigi pasti terkena minuman. Satu-satunya cara melindungi gigi Anda adalah menempatkan sedotan langsung di bagian belakang mulut dan lidah sehingga cairan langsung masuk ke tenggorokan tanpa menyentuh gigi.

Hal itu tentu mengurangi kenikmatan minum. Sebaiknya batasi minuman gula dan asupan kopi dan minum air atau sikat gigi untuk mengurangi potensi noda dan kerusakaan gigi.

4. Sering buang angin


Anda perlu tahu bahwa minum melalui sedotan dapat menyebabkan gas. Walaupun belum jelas bagaimana itu terjadi. Bisa jadi karena udara terhirup lewat sedotan langsung ke lambung.

(adr/odi)