Seperti Ini Tampilan Cake dan Biskuit Setelah Disimpan 19 Tahun

Seperti Ini Tampilan Cake dan Biskuit Setelah Disimpan 19 Tahun

Aisyah Kamaliah - detikFood
Rabu, 31 Agu 2016 14:51 WIB
Foto: Mirror
Jakarta - Cake dan biskuit yang baru dibuat tentulah harum aromanya dan enak. Tetapi bagaimana jika cake dan biskuit sudah disimpan 19 tahun?

Terlihat selintas di dalam boks, beragam cake dan biskuit masih baik dan layak makan. Ada bourbon, iced rings, fig rolls, chocolate fingers, croissant hingga tart. Bahkan minced pie pun ada.

Marissa Peer seorang psikolog makanan memulai kebiasaan mengumpulkan dan menyimpan cake dan biskuit dalam kotak sejak 19 tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah bertahun-tahun, kotak tersebut akhirnya dibuka. Mengejutkan, roti putih dan pie yang sudah tersimpan beberapa tahun yang lalu kondisinya hampir sama dengan yang baru dibuat.

Mengapa cake dan biskuit tersebut tidak hancur dan dimakan bakteri atau serangga? 'Karena sudah tidak ada kandungan nutrisinya sama sekali. Akan berakibat buruk bagi kesehatan jika dimakan oleh siapa saja,' ungkap Marissa seperti dikutip dari mirror.co.uk (26/8/16),

Marissa Peer punya tujuan mendidik masyarakat soal makanan sehat. Ia mulai memasukkan makanan manis dari berbagai toko ke dalam sebuah boks yang ia sebut "Yuk Box"dan menyimpannya selama bertahun-tahun.

Iapun mempertunjukan isi boks untuk mulai mengedukasi masyarakat. "Saya menjelaskan kepada orang-orang tentang usia tiap makanan yang ada didalam Yuk Box dan menanyai apakah mereka masih ingin memakannya atau tidak," tuturnya.

Beberapa kali ia mendemonstrasikan bagaimana permen jelly yang ia panaskan hanyalah berupa gula lengket yang sangat tidak sehat. Atau membakar keripik untuk membuktikan begitu banyak kandungan minyak didalamnya.

Marissa berharap dengan Yuk Box, ia bisa membantu orang dewasa dan anak-anak yang punya kelebihan berat badan.

"Dengan menunjukkan makanan dalam Yuk Box yang tidak pernah berubah kondisinya, akan mengingatkan masyarakat bahwa yang dimakan mereka tidak terbuat dari bahan alami," ungkap Marrisa.

Ia sengaja mempergunakan teknik tersebut untuk meninggalkan kesan visual yang tidak menarik didalam otak. Di saat mereka belanja makanan akan akan kembali teringat dan membatalkan niat membeli makanan tersebut. (lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads