Korea Selatan Berhasil Gunakan Kimchi untuk Diplomasi Kuliner

Annisa Trimirasti - detikFood Sabtu, 27 Agu 2016 09:59 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Kimchi menjadi kuliner ikonik Korea Selatan. Sejumlah usaha dilakukan untuk mempopulerkan makanan ini.

Kimchi merupakan fermentasi sayuran khas Korea yang memakai cabai bubuk, daun bawang dan kucai sebagai pelengkapnya. Ada ratusan jenis kimchi di Korea.

Korea Selatan merupakan salah satu negara Asia yang berhasil melakukan diplomasi kuliner. Melalui makanan Korea Selatan melakukan promosi di berbagai negara.

Karenanya pemerintah Korsel memberi dukungan penuh pembukaan restoran Korea di berbagai negara. Terutama mempromosikan Korea. Orang di manapun mudah menyantap hidangan Korea original.



'Pemerintah Korea mempelajari jenis diplomasi memaki budaya Korea, musik dan terutama makanan Korea,' ungkap Byung Hong Park, bagian makanan dan perkotaan di Kedubes Korea di Washinton D.C seperti dikutip dari NPR (22/08).

Kimchi bukan sekedar fermentasi sayuran, tetapi menyangkut budaya penting Korea. Rakyat Korea Selatan mengonsumsi kimchi sekitar 1,5 ton per tahun.

Bukan hanya makan kimchi, korea juga punya ritual membuat kimchi yang disebut kimjang. Ritual ini telah ditetapkan UNESCO sebagai salah satu menjadi warisan kebudayaan non benda.



Ritual kimjang melibatkan seluruh warga desa bekerjasama membuat ratusan sawi putih menjadi makanan bernutrisi. Mengingat di masa lalu Korea punya sejarah panjang akan kemiskinan dan kelaparan.

Kimchi kemudian disimpan dalam guci keramik di bawah tanah sebagai persediaan sayuran sepanjang musim.

Pembuatan kimchi di pedesaan juga membentuk persatuan. Karena jahe, wortel, daun bawang dan bumbu lainnya disiapkan secara gotong-royong.

Pertemuan di saat membuat kimchi merupakan saat menjalin kerjasama sosial. Perjodohan, pertengkaran dan gosip terjadi saat pembuatan kimchi ini.

Apalagi pembuatan kimchi hanya bisa dilakukan oleh wanita. Mereka percaya bila ada laki-laki saat pembuatan kimchi maka kimchi akan tidak enak rasanya.

Usaha mempopulerkan kimchipun dilakukan hingga ke luar angkas. Pemerintah Korea menyediakan 10 hidangan korea, 2 berupa kimchi untuk Soyeon Yi, astronot wanita yang terbang ke luar angkasa.

Maraknya budaya Korea yang dikenal dengan 'K-Pop' dimanfaatkan pemerintah Korea untuk mempopulerkan makanan Korea. Dengan menyebutnya sebagai 'K-Food'.

Usaha restoran Korea di Amerika Serikat juga mendapat dukungan pemerintah Korea. Mereka ingin lebih banyak orang di luar Korea menikmati makanan Korea.

Pemerintah Korsel juga mengadakan program 'Kimchi Bus'. Proyek ini dimulai 5 tahun silam oleh Si-Hyeon Ryu, chef dan penulis dari Korea Selatan.



Ryu bersama busnya berkeliling ke 32 negara menyajikan hidangan tradisonal korea. Orang hanya kenal Korea Utara dan Selatan. Tetapi melalui kimchi orang akan lebih ingat Korea.

"Pemerintah Korea sangat sadar akan budaya makanan. Perkembangan restoran Korea merupakan perluasan dari budaya. Korea menggunakan 'diplomasi kimchi' sebagai cara promosi," tutur Johanna Mendelson Forman, profesor di American University, Washington DC.

Menurut sang astronot Yi, makanan bukan hanya dikonsumsi untuk hidup. Tetapi juga untuk membangun kepercayaan. 'Siapa yang mengolah makanan enak untuk Anda tidak akan berkhianat.' (msa/odi)