ADVERTISEMENT

Nasi Rames Nusantara

Inilah 6 Penjual Nasi Rames Legendaris dari Berbagai Daerah

Maya Safira - detikFood
Kamis, 18 Agu 2016 13:05 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Di tiap daerah ada penjual nasi rames legendaris. Namanya sudah terkenal sejak puluhan tahun karena racikan nasi komplet yang lezat.

Masing-masing daerah di Indonesia punya racikan nasi rames. Seperti nasi campur Bali, nasi ulam, nasi liwet dan lainnya. Di sana juga ada penjual yang sudah tersohor namanya. Seperti beberapa penjual berikut ini.

1. Nasi Campur Men Weti



Saat ke Bali, jangan lewatkan nasi campur di sini. Nasi Campur Men Weti di Sanur dapat dikatakan legendaris. Pengunjung harus rela antre untuk menikmati sepiring nasi campur racikan men Weti di pagi atau siang hari.

Nasi disajikan bersama aneka lauk. Seperti ayam betutu, telur rebus, kuah pindang, jukut urap, sambal matah, sate lilit hingga kacang tanah.

Di dalam warung kecil, men Weti duduk dikelilingi mangkuk-mangkuk besar berisi lauk tersebut. Ia bersama dua orang asisten tak henti-hentinya mengisi piring dengan nasi Bali buatannya.

Warung Made Weti
Jl. Pantai Segara
Sanur
(masuk dari Segara Village)
Bali

2. Nasi Gudeg Yu Djum



Berbicara tentang gudeg, tak bisa menyingkirkan nama Gudeg Yu Djum di Yogya. Gudeg B. Djuminten ini sudah berdiri sejak tahun 1926. Dikelola sampai beberapa generasi, pelanggan gudeg Yu Djum berasal dari dalam maupun luar kota.

Salah satu warung gudeg tertua dan halal di Yogya ini menyajikan gudeg Yogya versi kering yang manis. Jenis ini tentunya cocok dibawa pulang sebagai oleh-oleh bagi pelancong karena relatif tahan lama. Berbagai lauk pauk paduan gurih manis jadi pelengkapnya. Seperti ayam, telur, tahu dan sambal goreng krecek.

Gudeg Yu Djum
Jl. Kaliurang KM 4,5 Karangasem CT III/06
Mbarek, Sleman
Yogyakarta
Telp: 0274-581508

3. Nasi Ulam Encim Sukaria



Foto: Bondan Winarno
Nasi ulam termasuk jenis ramesan dari Betawi. Di Tangerang yang konon jadi asal nasi ulam ada penjual yang sudah berdagang sejak tahun 1960-an. Namanya Warung Encim Sukaria.

Sebelum wafat, perempuan Tionghoa itu berjualan nasi uduk dan nasi ulam di dalam Gang Sukaria, daerah Kapling, Tangerang. Kini warung nasi tersebut sudah pindah ke jalan besar dan diteruskan anaknya.

Nasi ulam di sini terbuat dari nasi putih bercampur serundeng (parutan kelapa goreng). Pelengkapnya terdiri dari bihun goreng, irisan dadar telur dan semur kentang. Ada taburan irisan timun, daun kemangi, serta tumbukan kasar kacang tanah dan kedelai.

Warung Encim Sukaria
Jl. Soleh Ali
Kapling
Tangerang
Telp: 021-5521049

4. Nasi Liwet Wongso Lemu



Foto: Bondan Winarno
Nasi liwet jadi sajian rames dari Solo. Salah satu tempat legendaris menikmatinya adalah Nasi Liwet Wongso Lemu yang sangat tekenal di sana. Sebab sudah ada sejak tahun 1950-an. Di sepanjang jalan tempat lokasinya berada, terdapat tiga penjaja nasi liwet mengusung nama serupa dengan citarasa tak berbeda jauh.

Nasi Liwet Wongso Lemu (Bu Cipto Sukani) sendiri menyajikan nasi dengan pelengkap sayur labu siam, suwiran ayam, telur dan areh. Untuk nasi liwet komplet ada tambahan ati ampela. Sambil menikmati nasi liwet, pengunjung ditemani suara para sinden menyanyikan tembang Jawa.

Nasi Liwet Wongso Lemu
Jl. Teuku Umar
(depan gedung Balai Muhammadiyah Solo)
Keprabon
Solo

5. Nasi Jamblang Mang Dul



Foto: Plux
Nasi Jamblang jadi andalan dari Cirebon. Pada penyajiannya nasi putih dibungkus daun jati. Sehingga aroma daun jati menempel pada nasi.

Salah satu tempat legendaris menikmatinya di Cirebon adalah racikan Mang Dul yang tak pernah sepi. Warung Nasi Jamblang Mang Dul sudah ada sejak tahun 1970-an. Kini sudah diteruskan generasi berikutnya.

Pelengkap nasi putih di sana ada beragam. Tak kurang dari 20 macam lauk tersedia. Misalnya sayur tahu, tempe goreng, pepes, sambal kerang, paru goreng, dan banyak lagi.

Warung Nasi Jamblang Mang Dul
Jl. Dr. Cipto
Cirebon

6. Nasi Minyak Haji Abuk
Nasi minyak mirip nasi kebuli. Pembuatannya memakai minyak samin sehingga berwarna kuning. Konon dulunya jadi sajian Sultan Palembang setelah shalat Jumat.

Di Palembang, ada penjual nasi minyak legendaris. Warung Nasi Minyak Haji Abuk sudah buka sejak tahun 1980-an. Nasi minyak disajikan dengan beragam lauk pauk di atas meja, mirip dengan rumah makan Padang. Misalnya burung punai goreng, sate pentol, kari kambing, gulai tunjang hingga sambal nanas. Salah satu yang populer adalah malbi, olahan daging sapi khas Sumatera Selatan.

Warung Nasi Minyak Haji Abuk
Jl. DR. M. Isa No. 9/823
Pasar Kuto
Palembang
Telp: 0711-352656 (msa/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT