Sulit mencari ratu wine yang baik saat ini. Sampai desa di selatan Jerman memilih pria pertama sebagai 'wine queen'. Hal ini dilakukan karena tidak ada wanita yang menginginkan gelar itu.
Menurut laporan NBC News (13/08), desa penghasil wine di selatan Jerman telah lama bergantung pada 'wine queen'. Ia berperan sebagai duta untuk produksi wine di desa setempat.
Meski begitu, akhir-akhir ini makin sulit mencari wanita yang mau memakai dirndls (pakaian tradisional wanita gaya Alpen dengan rok lebar) dan mahkota. Sekaligus memegang titel ratu wine. Terutama di desa kecil Kesten.
![]() |
Dilansir dari The Daily Meal (14/08), Kesten memiliki 25 perkebunan anggur lokal. Tapi desa hanya memiliki sekitar 350 penduduk.
Ratu wine terakhir pun harus memegang jabatan itu selama 3 tahun berturut-turut. Sebab tidak ada yang mau melanjutkan pekerjaannya.
Sampai muncul seorang pelajar pria usia 24 tahun, Sven Finke, yang mengatakan akan menjadi ratu wine. Meski ucapannya sebagian besar hanyalah lelucon, tapi desa menganggapnya sebagai hal serius.
"Setelah ratu wine saat ini sudah tiga tahun menjalankan tugasnya karena tidak bisa menemukan pengganti, saya pun bercanda mengatakan akan menjalankan pekerjaan ratu wine," ujarnya kepada NBC News.
![]() |
Tawaran itu dianggap serius. Finke menjadi perwakilan pria pertama di bagian wilayah Moselle. Ia akan belajar di kelas bersama wanita ahli wine selama seminar ratu wine pada musim panas ini.
Secara tradisional ratu wine mengenakan dirndls dan tiara. Tapi desa Kesten secara resmi menyebut Fince sebagai "Bacchus Castanidi" pada Jumat malam lalu.
Ia akan mengenakan mahkota laurel emas dan toga (baju gaya Roma kuno) sambil menjalankan tugas ratu wine-nya. Ada-ada saja!
(adr/odi)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN