Korea Utara kerap mengundang penasaran banyak orang karena sifatnya yang tertutup. Terlebih mengunjungi negara di Asia Timur ini terbilang sulit dan berbahaya. Tetapi kini sekelumit hal tentang Korea Utara bisa diketahui di Pyongyang Cafe.
Kafe ini berlokasi di Tarragona yaitu kota pelabuhan di timur laut wilayah Catalonia Spanyol. Didirikan Alejandro Cao de Benos yang punya kaitan unik dengan Korea Utara. Ia merupakan satu-satunya orang Barat yang pernah menjabat sebagai duta hubungan kebudayaan internasional Pyongyang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Dikutip dari Oddity Central (9/8), Cao de Benos tertarik pada Korea Utara setelah jatuhnya Uni Soviet dan pertemuan tidak sengajanya dengan beberapa keluarga Korea Utara di Madrid.
Ia mulai bepergian ke sana dan berhasil bertemu Kim Jong-Il. Singkat cerita, pada 2002 Cao de Benos diangkat sebagai delegasi khusus untuk hubungan kebudayaan internasional Pyongyang.
Meski jabatannya tidak resmi, Cao de Benos menjalankan tanggung jawabnya dengan serius. Terbukti dari gagasan Cho Sun-il atau berarti Korea adalah satu yang menjadi dasar berdirinya Korean Friendship Association. Kini asosiasi tersebut memiliki delegasi di 30 negara seluruh dunia.
![]() |
"Kami ingin mematahkan semua mitos, manipulasi. Dan tidak banyak orang bisa pergi ke Korea karena rumit dan jauh, mereka bisa datang ke kafe ini," ujar Cao de Benos mengenai alasan dibalik pendirian kafe ini. Selama ini Cao de Benos giat berbicara di media Spanyol untuk membela Korea Utara, melawan apa yang disebutnya propaganda Barat dan manipulasi.
Pyongyang Cafe menawarkan pengalaman autentik Korea Utara dengan pilihan teh dan minuman keras bagi pengunjung. Interior kafe dilukis dengan warna bendera Korea Utara.
Sementara dindingnya dihiasi poster propaganda dari Pyongyang. Bahkan ada rak buku kecil berisi karya pemimpin dinasti Kim yang memimpin Korea Utara sejak 1948.
![]() |
Restoran yang menawarkan makanan dan minuman tradisional Korea Utara memang banyak bermunculan di dunia, tetapi Cao de Benos mengatakan Pyongyang Cafe berbeda. Karena menjadi satu-satunya kafe bertema Korea Utara di Barat.
Dalam sehari Cao de Benos menerima sekitar 35 pengunjung. Kedepannya ia berharap jumah ini bisa berkembang. Ia berencana mengubah kafe menjadi pusat kebudayaan dengan tema gastronomi dan tradisi, pemutaran film, atau pemberian kuliah umum seputar Korea Utara.
Sebelumnya restoran bertema sama sudah dibuka di Amsterdam tahun 2012 . Restoran bernama Pyongyang ini mencoba menghadirkan makanan Korea Utara seperti Black Chicken Soup , Kimchi, Roasted Oyster with Smoked Mackerel, Mandu Dumpling, dan Japchae. Tetapi sayangnya beberapa bulan berselang restoran akhirnya ditutup.
(adr/odi)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN