Eat Smart Indonesia

Asyiknya Belajar Bikin Nasi Liwet Dibimbing Sang Master

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Selasa, 09 Agu 2016 05:25 WIB
Foto: detikfood
Jakarta - Selain mencicipi makanan enak, para peserta tur juga sangat antusias belajar memasak. Kali ini nasi liwet komplet yang dibuat sendiri.

Peserta tur 'Eat Smart Indonesia' sangat menunggu saat belajar memasak. Bertempat di Sansanti Restaurant, kemarin sore (8/8) pukul 15.00 mereka sudah bersiap. Usai menikmati jeda sore, merekapun dibagi menjadi 4 kelompok.

Cooking class dipandu langsung oleh William W.Wongso. Di tiap meja mereka sudah disiapkan bahan-bahan pembuat nasi liwet, opor ayam dan sambal goreng labu siam. Seperti apa antusias mereka dipandu pak William di cooking class ini?

Pak William memberikan petunjuk yang sangat lengkap. Termasuk membeli beras di beberapa negera bagian Amerika dan Australia. Tentunya ini karena pengalamannya mengadakan santap malam bermenu Indonesia di Amerika dan Australia.

'Beras, serai dan santan bisa dibeli di toko bahan makanan Thailand. Di California banyak,' jelasnya. Tak ketinggalan tips penting menyimpan bumbu juga diberikan.

'Simpan daun jeruk, serai, daun salam di freezer. kalau mau dipakai langsung masukkan beku ke dalam masakan. Jangan sekali-sekali dilumerkan di suhu ruangan. Karena aromanya pasti hilang,' demikian pesannya mewanti-wanti peserta.

Mendidihkan air, memasukkan santan, bawang merah dan bumbupun dilakukan sesuai petunjuk. Cukup butuh kesabaran menanti beras setengah matang yang dimasukkan diserap santan dengan baik.

'Awas jangan sampai gosong, diaduk dan dikontrol apinya,' tutur pak William sambil mengawasi satu persatu hasil masakan peserta. Nasi yang sudah diaron dengan santanpun dikukus secara terpisah. Karena masing-masing akan dicek hasilnya.

Udara sore yang hangat dan panasnya kompor membuat peserta mulai kegerahan. Tetapi tak putus semangat memulai memasak opor ayam. Tak secepat yang dibayangkan. Menumis bumbu opor perlu kesabaran. Karena bumbu harus terlihat bergumpal teksturnya dan terpisah minyak kelapanya.

Tips-tips terus diberikan oleh pak William. Mulai dari memilih ayam, memakai santan hingga memberi bumbu. 'Garam dan gula bisa ditambahkan terakhir. Harus seimbang gurih dan manisnya. Ini ciri khas makanan Jawa,' jelasnya.

Resep kedua sambal goreng labu siam. Labu siam atau 'cayote' tak terlalu populer. Meskipun sering mereka temui. Kembali trik menumis bumbu dengan api kecil dipraktekkan peserta. Aroma wangi santan dan cabai memenuhi area tengah Sasanti. Karena akan dicek hasil akhirnya oleh pak William. Berulangkali masakan mereka cek rasanya.

Menanti masakan dimatangkan di dapur restoran, peserta menikmati santap malam yang disiapkan oleh tim juru masak Sasanti. Diawali dengan lumpia udang dan bakwan udang, pindang serani salmon, satai sapi wagyu, tahu telur, ayam goreng dan mie goreng Jawa. Ditutup dengan es cendol dan klappertaart.

Es cendol yang berisi cincangan nangka dan sirup gula merah jadi favorit peserta tur. Demikian juga klappertaart yang legit wangi. Nyaris semua peserta menuntaskan dessert ini dan kekenyangan!

'Melalui cooking class ini mereka bisa mengenal benar proses pembuatan makanan Indonesia. Jadi mereka bisa membuat sendiri dengan bahan-bahan yang ada di negara masing-masing,' komentar pak William menutup acara. (odi/odi)