Kini Penjualan Air Kemasan di Amerika Kalahkan Minuman Bersoda

Annisa Trimirasti - detikFood Sabtu, 06 Agu 2016 12:16 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Karena khawatir akan kebersihan air minum, penjualan air kemasan di Amerika melonjak. Bahkan mengalahkan minuman bersoda.

Produsen air kemasan terbesar di dunia termasuk Nestle, Coca-Cola, dan PepsiCo mengatakan penjualan soda menurun dalam beberapa dekade terakhir. Seiring dengan meningkatnya keinginan konsumen akan minuman rendah gula.

Kasus pencemaran air di Flint, Mich tentang pemakaian material tua dalam sistem perpipaan menarik perhatian masyarakat. Karenanya bisnis air minum kemasan berkembang pesat. Masyarakan mencari sumber air yang lebih aman dan tertutup.

Menurt EPA (Environmental Protection Agency), sistem perpipaan butuh 384 milliar dollar untuk pemeliharaan dan penggantian sistem sampai 2030.

Air minum kemasan lebih mahal dibanding air keran dan lebih buruk untuk lingkungan. Tapi, itu tidak membuat penjualan air minum kemasan menurun. Menurut International Bottled Water Association, produsen air kemasan telah menjual lebih dari 13 millar botor air pada 2014.

Tahun ini, rata-rata orang Amerika akan minum sekitar 1000 liter air dan sekitar 990 liter soda, lapor Fox News (3/08).

Konsumsi per kapita minuman ringan turun tahun 2015. Namun produsen soda belum bangkrut karena mereka juga produksi air kemasan. Coca-cola punya Dasani, PepsiCo punya Aquafina dan Nestle punya Deer Park, Pure Life, dan Poland Spring.

Kesuksesan air kemasan bukan hanya sekedar keberuntungan. Itu hasil dari usaha bertahun-tahun untuk membuat produk yang lebih sehat dan beralih dari air keran.

"Saat kami menyelesaikan proyek ini, air keran akan dipindahkan hanya untuk mandi dan mencuci." ujar Susan Wellington, presiden Quaker Oats pada tahun 2000 silam.

(lus/odi)