Mesin Ini Diklaim Bisa Bikin Daging Alpukat Tidak Berubah Kecokelatan

Mesin Ini Diklaim Bisa Bikin Daging Alpukat Tidak Berubah Kecokelatan

Maya Safira - detikFood
Rabu, 03 Agu 2016 18:00 WIB
Foto: iStock/Naturo Technologies
Jakarta - Alpukat cepat berwarna cokelat, membuat rasanya jadi kurang enak. Sebuah alat pun diciptakan untuk menjadikan alpukat tetap hijau.

Naturo Technologies, perusahaan berbasis di Australia, menciptakan teknologi unik. Mereka berusaha memperlambat proses alpukat jadi kecokelatan, tanpa penggunaan kimia.

Insinyur pertanian, Jeff Hastings, jadi penemu teknologi yang disebut Navato Zero. Dalam laporan Mashable (02/08) disebutkan ide teknologi muncul karena Hastings kecewa dengan banyaknya jumlah pembuangan alpukat terkait konsumsi dan pengolahannya. Sebab alpukat mudah berwarna cokelat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini salah satu buah yang Anda beli dan makan namun bisa menimbulkan kekecewaan, karena sudah cokelat atau terbuang sia-sia," ujar Hastings kepada Mashable Australia.


Hastings menjelaskan teknologi bekerja "mematikan" enzim tertentu pada alpukat. Enzim itulah yang menyebabkan alpukat berubah cokelat ketika terkena oksigen.

Navato Zero bekerja layaknya "mesin waktu alpukat". Buah alpukat yang sudah terbuka baik dipotong, iris atau belah dua nantinya ditempatkan ke conveyor belt selama 5-6 menit untuk diproses. Perusahaan mengklaim alpukat akan tetap segar selama 10 hari penyimpanan dalam lemari es setelah proses tersebut.

Hastings tidak mengungkapkan mekanisme sebenarnya dalam menghentikan enzim pada buah, karena itu bagian dari kekayaan intelektual mereka. Tapi ia menjelaskan bahwa mesin menggunakan kombinasi tekanan, suhu, uap dan waktu untuk mematikan enzim.


Mesin dibuat untuk produsen makanan skala besar. Perusahaan kini menjual dua jenis mesin. Ada yang bisa memproses 250 kg atau 500 kg alpukat per jam.

Meski begitu Hastings mengatakan adanya kemungkinan teknologi direplikasi untuk konsumen.

"Fokus kami tentu saja industri, (bagi mereka) yang menyediakan produk jadi ke konsumen, seperti restoran makanan cepat saji atau maskapai penerbangan. Namun bukan tidak mungkin kami mengembangkan produk skala konsumen di masa depan," pungkasnya.

(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads