ADVERTISEMENT

Gagal Capai Target Penjualan, Karyawan Perusahaan Ini Dipaksa Makan Pare

Maya Safira - detikFood
Sabtu, 23 Jul 2016 12:43 WIB
Foto: iStock/Weibo
Jakarta - Foto-foto hukuman bagi karyawan sebuah perusahaan China tersebar di internet. Mereka dipaksa makan pare karena gagal mencapai target.

Foto berjulukan "hukuman paling kejam dalam sejarah" menunjukkan sekitar 6 orang karyawan perusahaan Leshang Decorations Corporation sedang mengonsumsi pare di depan rekan kerjanya. Sebanyak 40 karyawan perusahaan di Chongqing itu mengalami penurunan kinerja mingguan yang tak sesuai harapan.

Atasannya kemudian memaksa mereka makan pare sambil ditonton sesama rekan kerja, lapor Oddity Central (22/07). Jika ada diantara mereka yang membuang pare dari mulut saat hukuman berlangsung, maka mereka dipaksa memakan lebih banyak dari itu.



Kabarnya perusahaan dengan 100 karyawan punya ide membuat hukuman yang kejam sebagai cara memotivasi pekerja tidak produktif agar mendorong dirinya sendiri lebih keras. Supaya mereka tak perlu makan sayuran pahit tersebut kedepannya.

Foto aksi mengerikan tersebut menjadi viral di China. Adanya hukuman itu juga telah dikonfirmasi kebenarannya oleh beberapa karyawan yang dipaksa makan pare.

Salah seorang karyawan mengatakan pada wartawan Sina bahwa itu pertama kalinya ia mengonsumsi pare. Menurutnya makanan tersebut sangat sulit ditelan.



"Saya tersedak ketika makan pare sialan itu, tapi saya harus berusaha tidak mengeluarkannya dari mulut," tambah karyawan lainnya.

Ternyata pare bukan hukuman pertama bagi karyawan perusahaan. Seorang pegawai perempuan mengungkapkan bahwa perusahaan sudah pernah menggunakan berbagai bentuk hukuman. Seperti squat, push-up, dan lari keliling gedung kantor 2-3 kali.

Pada satu titik, manajer perusahaan mulai mengeluh bahwa pekerja jadi sangat terbiasa akan hukuman tersebut. Akhirnya mereka pun memutuskan ide baru yang lebih memalukan.

Kini perusahaan memesan sejumlah besar pare yang diharga 2,5 yuan (Rp 4.900) per kg. Pare akan diberikan kepada karyawan yang tidak memenuhi harapan perusahaan tiap minggunya.



Bentuk hukuman yang tak biasa nampaknya memberi hasil berbeda dari harapan perusahaan. Alih-alih memotivasi karyawan, adanya pemikiran harus konsumsi pare di depan rekannya membuat sekitar 50% karyawan memilih keluar.

Shanghaiist (21/07) melaporkan seorang karyawan wanita memberi daftar alasan dikutip dari pekerja yang memutuskan keluar perusahaan. Diantaranya karena mereka tak mampu memenuhi harapan perusahaan, tingginya tekanan, penghasilan rendah dan terutama malu yang disebabkan hukuman di depan sesama teman.

Sesuai Undang-undang Ketenagakerjaan China pasal 88, sebenarnya jika ada kerugian bagi karyawan maka perusahaan harus dimintai tanggung jawab terkait kompensasi. Meski begitu, perusahaan nampaknya tidak terusik dengan keberadaan hukum itu. (msa/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT