Restoran Paisano's di Albuquerque, New Mexico telah mendapat protes setelah mengunggah foto berisi tulisan pada billboard. Kritikus menuduh restoran meremehkan sebuah gerakan aktivis "Black Lives Matter" (BLM).
Berawal dari komunitas Afrika-Amerika, BLM merupakan gerakan kampanye melawan kekerasan terhadap warga kulit hitam. Biasanya BLM menyelenggarakan unjuk rasa terhadap pembunuhan orang kulit hitam oleh aparat penegak hukum atau isu-isu lebih luas lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Rick Camuglia, pemilik Paisano's, mengatakan kontroversi bermula saat ia mengunggah foto billboard berisi permainan kata-kata bertema makanan dari slogan Black Lives Matter. Tulisan berbunyi "Black Olives Matter - Try Our Tapenade", merujuk pada sajian puree zaitun.
Ia berpikir tulisan pada billboard di depan restorannya minggu lalu itu akan dianggap sebagai lelucon yang diterima orang-orang.
![]() |
"Kami sedang menawarkan special seared ahi tuna dengan tapenade zaitun hitam. Chef saya sudah menyiapkan topping dan menempatkannya dalam lemari es. Ia menulis 'Black Olives Matter' pada wadah dan saya pikir itu lucu. Jadi kami menempatkannya di billboard," ujar Camuglia kepada FoxNews (20/07).
Berusaha mempromosikan sajian ikan musiman tersebut, Camuglia mengunggah foto tanda itu dalam laman Facebook restoran. Tapi pemilik restoran tak berpikir gambarnya akan viral.
"Bukan kesalahan memasang di billboard. Tapi sebuah kesalahan karena mengunggahnya di Facebook," sebut Camuglia.
Beberapa jam setelah gambar diunggah, Camuglia mengatakan laman Facebook restorannya dibanjiri komentar negatif. Restoran pun menerima banyak telepon.
![]() |
"Orang-orang menyebut kami rasis. Mengatakan kami adalah restoran supremasi kulit putih. Beberapa benar-benar menghina dan mulai mengutuk saya," ungkapnya.
Hal yang sama juga ia rasakan di Twitter dan platform media sosial lainnya. Banyak yang memberi sentimen senada. Termasuk betapa "tidak sensitif", "berselera sangat buruk" dan "ada apa yang salah dengan kalian?".
Meskipun banyak protes, Camuglia mengatakan ada kenaikan signifikan pada bisnisnya pasca kejadian.
"Telepon kami terus berdering dengan orang-orang yang membuat reservasi. Orang menempatkan pesanan berjumlah ratusan. Dan mereka meminta zaitun hitam pada segala sesuatu. Zaitun hitam pada salad, 'Saya mau zaitun hitam tambahan pada sandwich sosis saya'. Kami harus memesan (zaitun) lebih banyak dari pemasok kami," tutur Camuglia.
Restoran yang punya andalan pasta homemade bebas gluten itu kini dikunjungi masyarakat lokal sampai internasional.
"Kami kedatangan konsumen dari California, bahkan ada yang menelepon dari Australia," ucapnya.
Meski ada kenaikan bisnis, namun Camuglia telah menurunkan tulisan kontroversial pada Jumat lalu karena rentetan pelecehan di internet. Ia juga mengucapkan terima kasih pada masyarakat Albuquerque dan konsumen yang mendongkrak bisnisnya melalui sebuah posting Facebook.
Tapi ia tetap tidak menyesal akan pemasangan di billboard.
"Kami tidak pernah bertujuan untuk menyinggung atau menyakiti siapapun. Tapi semua ini mengungkapkan banyak hal tentang keadaan masyarakat ketika Anda bahkan tidak bisa membuat pernyataan sederhana mengenai buah tanpa orang menyerang Anda. Orang-orang mungkin perlu mengkalibrasikan ulang ukuran mereka yang benar secara politik," pungkas Camuglia. (msa/odi)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN