Biksu di Kanada Ini Beli 272 Kg Lobster dari Restoran untuk Dilepas ke Laut

Maya Safira - detikFood Sabtu, 16 Jul 2016 13:38 WIB
Foto: CBC News
Jakarta - Sekelompok biksu di Prince Edward Island, Kanada membeli lebih dari 200 kg lobster hidup dari berbagai restoran. Bukan untuk dimakan, tetapi untuk dilepas ke laut!

Biksu dari Great Enlightenment Buddhist Institute Society di Little Sands membeli sebanyak mungkin lobster yang bisa mereka temukan di sekitar Prince Edward Island pada Sabtu (09/07). Tujuannya untuk membebaskan lobster tersebut, lapor CBC News (09/07).

Venerable Dan dari Great Enlightenment Buddhist Institute Society mengatakan misi unik itu bukan untuk menentang pilihan pola makan orang. Tapi hanya guna mengirimkan pesan kasih sayang.

"Kami menghormati pilihan makanan semua orang, jadi kami tidak melakukan ini untuk mengubah orang-orang jadi vegetarian atau vegan. Tujuan semua ini bagi kami untuk menumbuhkan kasih sayang terhadap sesama. Tidak harus lobster, bisa cacing, lalat, hewan apapun, bergerak lebih lambat sehingga kita tidak menggilas makhluk kecil di jalan," jelas Dan seperti dilansir dari CBC News.


Setelah mengamankannya, lobster ditempatkan dalam peti plastik berisi es. Para biksu kemudian naik ke perahu nelayan dan menuju lepas pantai Wood Islands untuk mengembalikan lobster ke laut tempat mereka seharusnya berada.

"Mudah-mudahan kami bisa menemukan tempat dimana tidak ada kurungan yang menanti mereka (lobster)," lanjut Dan.



Sebelum melemparkannya ke laut, pemeluk Buddha itu mengadakan upacara selama 20 menit dengan doa dan nyanyian belas kasih Buddha. Dan mengatakan seseorang tidak harus mengadakan upacara atau menjadi Buddha untuk melatih rasa kasih, lebih baik pada semua makhluk hidup disekitarnya.

"Jika orang yang Anda cintai berada dalam situasi ini, apa yang mereka akan lakukan? Memberi mereka uluran tangan dan menempatkan mereka ke tempat yang membuatnya nyaman. Dan kami percaya jika semua orang bisa melakukannya, ini akan menjadi tempat yang lebih baik dan harmonik," tutur Dan.



Ia menambahkan bahwa masyarakat lokal termasuk nelayan mendukung tindakan mereka.

"Nelayan menemukan tempat yang lebih baik untuk kami melepas lobster agar tidak ditangkap lagi," pungkas Dan. (msa/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com