Makan Makanan yang Sama Terbukti Bikin Orang Makin Dekat Satu Sama Lain

Makan Makanan yang Sama Terbukti Bikin Orang Makin Dekat Satu Sama Lain

Aisyah Kamaliah - detikFood
Rabu, 13 Jul 2016 10:15 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Bertemu teman, pacar atau relasi sambil makan bisa makin akrab dan dekat. Asalkan memilih dan makan makan yang sama.

Hal tersebut diungkap oleh sebuah riset baru. Riset dilakukan karena selama ini orang menganggap makanan bisa mendekatkan orang. Peneliti University of Chicago pun menguatkan melalul tiga eksperimen.

Seperti dikutip dari CBS News (12/07/2016), penelitian pertama melibatkan176 partisipan yang tidak saling mengenal dan dipasangkan untuk bermain game ekonomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam game tersebut satu orang berperan sebagai investor dan pasangannya akan berperan menjadi fund manager. Investor dapat menyimpan uang atau memberikan pada fund manager untuk diinvestasikan agar mendapatkan keuntungan.

Fund manager dapat memutuskan jumlah keuntungan yang akan diberikan pada investor. Beberapa pasangan diberikan permen yang sama sebelum mulai main game. Sementara lainnya memakan permen rasa berbeda.

"Kami berusaha membuatnya salami mungkin," kata Ayelet Fishbach, penulis study dan profesor Behavioral Science and Marketing dari University of Chicago's Booth School of Business.

Hasilnya, pasangan yang memakan permen yang sama cenderung akan memberikan untung lebih banyak kepada mitra mereka. Daripada yang memakan permen yang berbeda. Jumlah uang diberikan menggambarkan tingkat percaya.

Penelitian kedua dilakukan pada 124 orang yang dipasangkan bermain peran dalam negosiasi aksi mogok. Satu orang berperan sebagai kepala serikat yang minta gaji naik, dan yang satu sebagai manager.

Beberapa pasangan memakan snack yang sama saat negosiasi dan lainnya makan snack yang berbeda.

Ternyata, pasangan yang memakan snack yang sama dua kali lebih mudah mencapai kesepakatan dibandingkan yang memakan snack berbeda.

Penelitian terakhir, mengenai testimoni sebuah produk. Satu orang mendengarkan sementara yang lainnya mencoba meyakinan untuk membeli sebuah produk detergen/ software.

Konsumen akan lebih percaya pada pembicara memakan snack yang sama dengannya dibandingkan yang tidak.

Untuk melihat apakah makanan berpengaruh besar pada kedekatan dan kepercayaan pada orang asing peneliti juga melakukan 'pre-test'. Apakah orang yang memakai baju berwarna sama akan saling percaya. Dibandingkan dengan yang pakai baju berbeda. Ternyata, warna baju tidak punya pengaruh sekuat pada makanan.

Kesimpulannya, orang yang makan makanan yang sama lebih saling percaya, meskipun tindak intens. Tetapi memberi efek pada situasi keseharian dimana mereka bekerja dengan orang lain. Hasil riset ini dipublikasikan di Journal of Consumer Psychology. (lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads