Dengan meningkatnya pecinta lingkungan, konsumen dibanjiri dengan informasi tentang tips ramah lingkungan untuk membersihkan dapur hingga rumah. Dilansir dari Eco Business (06/06), ahli pembersih lokal Roxanna Pelka menganalisis dan menguji 10 teknik pembersih alami yang biasa digunakan.
1. Kopi: cegah sumbatan wastafel (salah)
Bubuk kopi tidak bertindak sebagai amplas. Daripada menggosok pipa saluran air dengan kopi, lebih baik kumpulkan sampah sisa makanan dalam wadah terpisah kemudian membuangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
2. Saus tomat: pembersih peralatan logam (benar)
Apakah Anda mencoba untuk menghapus kerak di pantan panci dan wajan? Kecap dapat membantu hilangkan noda yang sulit. Panci berbahan stainless steel biasanya memiliki lapisan keras dari tembaga, dimana tembaga akan membentuk oksida selama proses pemanasan.
Saus tomat mengandung asam asetat yang membantu hilangkan noda pada pantat panci. Cukup lapisi noda dengan saus tomat dan diamkan sekitar 30 menit kemudian gosok noda dan bilas hingga bersih.
![]() |
3. Tanaman dalam pot: menyerap debu (benar)
Debu dapat sebabkan alergi dan juga mengganggu sistim pencernaan. Agar rumah bebas dari debu, tak hanya sering membersihkannya, tetapi juga dapat diberi tanaman dalam pot untuk menyaring polutan dari udara dan memberikan udara lebih segar.
Tanaman seperti pakis ataupun anggrek memiliki kemampuan menangkap debu di udara. Akan tetapi di malam hari, tanaman akan mengeluarkan karbon dioksida. Karenanya perlu ditaruh di luar rumah sementara.
![]() |
4. Cuka: agen pembersih (salah)
Cuka memiliki reputasi mampu bersihkan apapun. Cuka tidak boleh digunakan untuk semua permukaan. Misalnya permukaan batu alam seperti granit dan marmer serta pipa atau segel karet bisa rusak jika bereaksi dengan cuka. Asam dari cuka akan bereaksi agresif dengan bahan-bahan tersebut dan menghancurkannya.
![]() |
5. Sarung tangan : pelindung bakteri (salah)Mengenakan sarung tangan membersihkan untuk melindungi diri dari bakteri dan kuman tanpa mengetahui bahwa sarung tangan juga bisa berisiko. Permukaan lateks menciptakan kelembaban di dalam dan bisa memberikan habitat yang sempurna untuk bakteri. Untuk melindungi diri dari bakteri, gunakan sarung tangan yang kering dan setelah digunakan tempatkan sarung tangan dalam air panas yang sudah dicampur dengan dua sendok teh cuka dan sedikit detergen selama 10-15 menit. Setelah itu, peras dan keringkan. (lus/odi)





KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN