Kenali 10 Trik 'Kotor' Supermarket Dalam Menjual Buah dan Sayur Segar Ini (2)

Kenali 10 Trik 'Kotor' Supermarket Dalam Menjual Buah dan Sayur Segar Ini (2)

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Minggu, 03 Jul 2016 14:20 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Tak semua buah dan sayur yang dijual di supermarket benar-benar segar. Sering kali buah atau sayur sudah disimpan lama di gudang sebelum dipajang di rak supermarket.

Selain itu, ada banyak trik kotor lainnya yang dilakukan supermarket saat menjual bahan makanan segar ini. Hal ini perlu Anda ketahui agar lebih berhati-hati saat berbelanja buah dan sayur segar.

6. Ada trik memajang buah dan sayur untuk mengelabui konsumen

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam wawancara bersama Modern Farmer, mantan Direktur Produksi Regional Supermarket A&P mengungkap trik pemajangan yang kerap dilakukan supermarket. Produk yang didiskon ditaruh di tengah sementara di samping-sampingnya diletakkan produk lain berharga normal. Dengan cara ini pembeli diharapkan tergoda membeli buah dan sayur yang mungkin tidak mereka inginkan.

7. Tidak ada buah dan sayur musiman

Sering kali supermarket memajang buah atau sayur yang sedang musim. Rupanya hal ini tidak benar-benar terjadi. Supermarket sebenarnya sudah membeli buah dan sayur dalam jumlah banyak sehingga cukup mengeluarkannya di waktu yang diinginkan.

8. Supermarket menaikkan harga buah dan sayur

Banyak konsumen mengeluhkan tingginya harga buah dan sayur yang dijual di supermarket lokal meski sebenarnya buah atau sayur tersebut sedang musim.

9. Ada sayur hijau busuk di salad supermarket

Di beberapa supermarket, selada dan sayuran hijau lain yang sudah hampir busuk 'dimanfaatkan' kembali. Para pegawai kerap memotong-motong sayuran tersebut dan mencampurkannya dalam bentuk 'mixed green' atau racikan salad kemasan.

10. Beberapa buah dan sayur rentan tinggi pestisida

Daftar Dirty Dozen dari Environmental Working Group mengungkap buah dan sayur yang paling rentan tinggi pestisida. Diantaranya strawberry, apel, nectarine, peach, dan seledri. Melanie juga menyoroti melon sebagai penyebab keracunan makanan karena kulitnya yang berpori. Besar kemungkinan bakteri dan kuman menempel di sini. (lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads