K-Style Hub, Tempat Belajar Kuliner Tradisional Korea

Maya Safira - detikFood Selasa, 31 Mei 2016 17:56 WIB
Foto: Omar Niode Foundation Foto: Omar Niode Foundation
Jakarta - Belum lama ini, sebuah pusat budaya kuliner hadir di Seoul, Korea. K-Style Hub jadi lokasi tepat untuk mempelajari keragaman kuliner Korea dengan cara modern.

K-Style Hub diresmikan oleh Presiden Korea Selatan, Park Geun Hye, pada 11 April lalu. Turut hadir aktor Song Joong Ki selaku duta pariwisata Korea Selatan, dalam upacara pembukaan tersebut.

Pusat Budaya Kuliner Korea di K-Style Hub dikelola oleh Kementerian Pertanian, Pangan dan Urusan Pedesaan Korea Selatan bekerja sama dengan Korea Food Foundation. Tempat ini dibangun untuk memperkenalkan budaya kuliner Korea pada wisatawan asing. Informasi tersedia dalam bahasa Korea, Inggris, China dan Jepang.



Di sini terdapat teknologi canggih dimana wisatawan bisa mempelajari sejarah dan budaya. Pengunjung pun dapat mencicipi hingga memasak berbagai jenis makanan Korea.

Amanda Niode, Ketua Omar Niode Foundation, baru-baru ini mendapat kesempatan mengunjungi K-Style Hub atas undangan Veronica Tae-Ahn Kang, pakar kuliner sekaligus penasihat di K-Style Hub.



Berlokasi di dalam Culture Creation Venture Complex, K-Style Hub menempati tiga lantai gedung. Mulai dari lantai 3 hingga lantai 5.

Dalam rilis media yang diterima Detikfood disebutkan Balai Pameran (exhibit hall) di lantai 3 merupakan ruang pameran untuk mengenal kearifan tradisional Korea. Seperti 24 jeol-gi atau 24 musim dalam satu tahun yang sangat menentukan jenis makanan di berbagai musim.



Pada lantai yang sama juga dipamerkan berbagai jenis pangan. Diantaranya beras, biji-bijian, dan jangdokdae atau gerabah makanan fermentasi.

Melalui permainan warna dan cahaya, pengunjung diajak menghargai berkah dari gunung, lembah, ladang, sawah dan air. Misalnya seperti sayur mayur, kacang-kacangan, jamur, dan buah-buahan. Begitu juga lauk pauk yang selalu terdiri dari kombinasi warna, jenis, rasa dan bentuk. Ini merujuk pada musim, kesehatan dan keindahan.

Selanjutnya pada Balai Pengalaman (experience hall) di lantai 4, terdapat area belajar (learning), santap (eating) dan komunikasi (communication). Memakai fasilitas memasak modern, pengunjung dapat mengikuti kelas memasak kuliner otentik Korea. Mulai dari tingkat dasar sampai lanjut dengan biaya tertentu.



Pada tingkat dasar ada pembuatan bulgogi dan kimchi. Sementara chiljeolpan (tujuh rasa) atau pancake Korea masuk dalam tingkat lanjut.

Peserta kursus masak bisa menikmati makanan sambil beramah-tamah di wilayah komunikasi. Di area ini tersedia resep gratis berbagai makanan tradisional. Berbagai buku tentang budaya kuliner Korea terpajang dengan rapi untuk dibaca di tempat.

Di lantai 4 juga tersedia aneka jenis pencuci mulut yang dapat dibeli pengunjung. Termasuk kue madu dengan empat jenis kacang-kacangan, kue beras ketan dengan bubuk wijen hitam dan teh ginseng berusia 6 tahun.



Naik satu lantai, terdapat Pasar Seni (art market) di lantai 5. Barang-barang terkait kuliner Korea bisa ditemui di art market. Ada soban (meja kecil tradisional untuk menyajikan makanan Korea), buku resep masakan Korea, produk pertanian, hanbok (pakaian tradisional Korea) dan pernak-pernik budaya Korea.

Tertarik mengenal lebih jauh kuliner Korea? Masukkan K-Style Hub dalam daftar tujuan saat berkunjung ke Seoul.

K-Style Hub bebas biaya masuk dan buka tiap hari, kecuali Selasa, pukul 10.00-18.00. Pendaftaran diperlukan bagi yang ingin mengikuti kelas memasak. (msa/odi)