Saat Hadapi Perceraian Pola Makan Kaum Pria Menjadi Buruk

Saat Hadapi Perceraian Pola Makan Kaum Pria Menjadi Buruk

Ellia Avrizella Quenda - detikFood
Senin, 30 Mei 2016 09:11 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Perceraian ternyata berdampak pada pola makan pria. Sementara wanita tak banyak alami pengaruh pada asupan nutrisinya.

Kesimpulan ini didapatkan dari studi yang dilakukan oleh Social Science & Medicine. Dilansir dari Foxnews (24/05), studi sebelumnya meihat bagaimana pernikahan mempengaruhi pola makan orang. Tetapi belum berfokus pada bagaimana perpisahan dengan pasangan membuat pola makan berubah. Perpisahan bisa karena perceraian atau kematian.

Para peneliti mengamati perubahan pola makan partisipan melalui asupan buah-buahan dan sayuran yang dikonsumsi. Kurang konsumsi buah atau sayuran segar akan berisiko lebih besar terserang penyakit seperti jantung dan kanker. Sementara, bila asupan nutrisi dibatasi akan mudah terserang diabetes tipe 2 dan beberapa penyakit jenis kanker lainnya.

Penelitian ini melibatkan 11.577 partisipan dengan berusian 40 sampai 80 tahun dalam studi besar di Inggris. Mereka diperiksa kesehatan sejak tahun 1993-1997 kemudian diulang lagi di tahun 1998 sampai 2002. Dalam jeda waktu penelitian ini dapat diperkirakan berapa banyak para partisipan tersebut menentukan pola makan sehari-hari, yakni antara 11 buah dan 26 sayuran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada pemeriksaan kesehatan pertama, 89 % pria dan 78 % wanita telah menikah. Selama lebih dari 3,6 tahun sebesar 2,4 % pria dan 4,5 % wanita menghadapi masalah perceraian, berpisah, dan berubah status menjadi single parent. Dibandingkan dengan laki-laki yang masih mempertahankan pernikahannya, mereka yang mengalami pahitnya pernikahan dan kemudian berakhir dengan perceraian mengalami penurunan konsumsi harian buah dan sayuran sebesar 25 %.

Menurut penelitian konsumsi makanan mereka juga kurang bervariasi. Sedangkan partisipan wanita tidak mengalami efek signifikan terkait dengan perubahan pola makannya. Namun konsumsi alkohol tidak berubah secara signifikan saat pernikahan mereka berakhir. Sebaliknya, wanita cenderung konsumsi alkohol sekitar 1 kali dalam seminggu setelah bercerai dibandingkan wanita yang masih menikah. (odi/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads