Kesimpulan ini didapatkan dari studi yang dilakukan oleh Social Science & Medicine. Dilansir dari Foxnews (24/05), studi sebelumnya meihat bagaimana pernikahan mempengaruhi pola makan orang. Tetapi belum berfokus pada bagaimana perpisahan dengan pasangan membuat pola makan berubah. Perpisahan bisa karena perceraian atau kematian.
![]() |
Para peneliti mengamati perubahan pola makan partisipan melalui asupan buah-buahan dan sayuran yang dikonsumsi. Kurang konsumsi buah atau sayuran segar akan berisiko lebih besar terserang penyakit seperti jantung dan kanker. Sementara, bila asupan nutrisi dibatasi akan mudah terserang diabetes tipe 2 dan beberapa penyakit jenis kanker lainnya.
Penelitian ini melibatkan 11.577 partisipan dengan berusian 40 sampai 80 tahun dalam studi besar di Inggris. Mereka diperiksa kesehatan sejak tahun 1993-1997 kemudian diulang lagi di tahun 1998 sampai 2002. Dalam jeda waktu penelitian ini dapat diperkirakan berapa banyak para partisipan tersebut menentukan pola makan sehari-hari, yakni antara 11 buah dan 26 sayuran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Menurut penelitian konsumsi makanan mereka juga kurang bervariasi. Sedangkan partisipan wanita tidak mengalami efek signifikan terkait dengan perubahan pola makannya. Namun konsumsi alkohol tidak berubah secara signifikan saat pernikahan mereka berakhir. Sebaliknya, wanita cenderung konsumsi alkohol sekitar 1 kali dalam seminggu setelah bercerai dibandingkan wanita yang masih menikah. (odi/odi)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN