Video Makan Pisang Erotis Dilarang Tayang di China

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Rabu, 11 Mei 2016 17:19 WIB
Foto: iStock/BBC Foto: iStock/BBC
Jakarta - Presiden Xi Jinping menyerukan sejumlah langkah untuk mengawasi konten digital di China. Salah satunya melarang video live streaming makan pisang erotis.

Dikutip dari Guardian (09/05), dalam pertemuan puncak Partai Komunis beberapa waktu lalu, Presiden Xi mengatakan perlunya langkah-langkah untuk mempromosikan perilaku beradab di dunia internet China.

Langkah tersebut salah satunya diwujudkan lewat larangan pemerintah terhadap tayangan live streaming makan pisang. Video para perempuan muda yang sedang makan pisang dianggap erotis dan menggoda.

Platform live streaming seperti Douyu, Panda.tv, dan YY kini wajib membersihkan konten-konten tersebut. Mereka diminta terus memantau setiap hal yang merujuk pada video makan pisang. Para presenter juga dilarang mengenakan rok mini dan menunjukkan bagian badan atas.


Larangan ini merupakan respon terhadap pertumbuhan sektor live streaming di China yang amat besar namun tak terkendali. Sektor ini kabarnya menelurkan generasi selebriti online yang cepat populer dan kaya. Di sisi lain, kehadiran sektor live streaming justru membawa 'bencana' bagi pemerintah karena khawatir dijadikan saluran hal-hal mesum.

Menanggapi fenomena ini, sosiolog Universitas Tsinghua bernama Zheng Lu mengatakan tidak ada yang salah secara moral bila orang dewasa menonton tayangan erotis dan bernada seksual. Yang dikhawatirkan justru risiko anak-anak menyaksikan tayangan ini.

"Saya pikir ada kebutuhan akan pengawasan pemerintah dalam hal ini," ujar Zheng. Ia mencontohkan sistem klasifikasi seperti di TV bisa membantu pengawasan video.

Setelah larangan video makan pisang, industri live streaming di China sedang bersiap untuk regulasi ketat lainnya. Video yang menunjukkan kekerasan, seksual, atau pidana akan menjadi target pemerintah selanjutnya.


China Daily
melaporkan saat ini ada lebih dari 100 platform live streaming yang memungkinkan anak-anak muda menyiarkan diri mereka secara langsung pada banyak orang. YY menjadi platform terbesar dengan lebih dari 120 juta pengguna aktif. Tahun lalu, pendapatan mereka bahkan melebihi 630 juta euro.

Meski penonton live streaming sebagian besar laki-laki, namun konten di platform ini sebenarnya sangat beragam. Penonton bisa menyaksikan presenter bermain drum, memakai makeup, menyanyi, menari, makan, dan sebagainya.

(adr/odi)
Load Komentar ...