WSU News (26/04) mengabarkan Girish Ganjyal dan peneliti lainnya di Washington State University (WSU) memanfaatkan ampas wortel yang tersisa setelah proses pembuatan jus. Mereka mencampurkan ampas berbentuk bubuk kering ini ke dalam tepung jagung yang jadi bahan utama pembuatan cheese puff.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Temuan ini bagus. Kami tidak tahu apa yang akan kami temukan," ujar Ganjyal yang juga menjadi spesialis pengolahan makanan di WSU Extension Food. Ia berharap bisa meneruskan penelitian ini dan melihat bagaimana pati dan serat berinteraksi dalam tingkat molekuler. "Mudah-mudahan kita bisa menggunakan ampas dalam resep yang lebih banyak," tambah Ganjyal.
Dalam uji coba, tim peneliti bereksperimen memasukkan ampas wortel dalam konsentrasi 5, 10, dan 15 persen. "Pada konsentrasi 5 persen, ini bagus. Namun dalam konsentrasi lebih tinggi, tekstur cheese puff jadi lebih padat dan tidak mengembang," jelas Ganjyal.
Mengenai rasa, ampas wortel dikabarkan tidak mempengaruhi cita rasa cheese puff. Pemanfaatan ampas juga dinilai ramah lingkungan mengingat bisa mengurangi jumlah limbah makanan. Ampas atau pomace ini didapat dari sisa pembuatan jus buah dan sayur seperti wortel, apel, cherry, blueberry, dan anggur.
Ganjyal mengatakan ia telah berkomunikasi dengan pengusaha industri jus dan petani yang ingin memanfaatkan ampas buah dan sayur ini. "Jika kita bisa menemukan manfaat nyata dari penggunaan ampas, dan menambahkan sesuatu yang positif pada snack tanpa mengubah tekstur atau rasnyaa, maka ini solusi yang menguntungkan bagi dua pihak," jelasnya.
Hasil penelitian Ganjyal dan rekan diberi judul "Carrot pomace enhances the expansion and nutritional quality of corn starch extrudates." Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal LWT-Food Science and Technology.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN