Pasar protein bars yang besar menginspirasi Nestlé untuk berinovasi dengan produk terbarunya. Perusahaan asal Swiss ini membuat serbuk berbasis resep dan minuman yang bisa memenuhi kebutuhan gizi khusus untuk mengobati penyakit.
Dikutip dari Wall Street Journal (12/04), Nestlé meyakini inovasi ini merupakan langkah tepat di tengah penjualan yang tengah lesu. Terlebih populasi global penuaan semakin meningkat dan pasar kemasan makanan tradisional semakin sulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak seperti suplemen diet, makanan untuk kesehatan (medical foods) ini ditujukan bagi orang-orang dengan penyakit kronis alias bukan untuk orang sehat. Penggunaan produk ini juga harus dibawah pengawasan medis karena dimaksudkan untuk mengobati penyakit serius seperti Alzheimer.
Medical foods mengandung bahan aktif yang berasal dari produk makanan atau bahan makanan yang umumnya terlisensi aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA). Produk ini dikembangkan di ruang bawah tanah kantor Nestlé di Lausanne, dekat Lake Geneva.
Tedapat mesin berharga 1 juta USD yang menganalisa DNA manusia. DNA ini nantinya dikembangkan menjadi program personalisasi untuk kondisi penyakit tertentu. Seperti epilepsi dan gangguan usus yang disesuaikan dengan profil genetik.
Berbekal pengetahuan ini, para ilmuwan akan mengembangkan medical foods yang mengandung senyawa alami. Senyawa didapat dari ekstrak tomat, kopi, dan anggur.
Seperti diketahui, tren demografi dunia menunjukkan peningkatan proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlahnya meningkat 22% pada tahun 2050.
Para analis perusahaan pun meyakini bisnis baru ini akan sukses karena turut menyertakan suplemen gizi dan makanan khusus untuk pasien pasca operasi. Namun ada kendala soal waktu peluncuran medical foods dan biaya penelitian yang amat besar.
Sementara itu, para pakar kesehatan di luar perusahaan tidak terlalu yakin dengan produk seperti medical foods. "Sudah jelas bahwa apa yang kita makan dan minum memiliki efek besar untuk kesehatan, namun kini belum ada bukti cukup mengenai manfaat makanan seperti ini terhadap kesehatan," ujar Ben Locwin, peneliti yang bekerja dengan American Association of Pharmaceutical Scientists.
Banyak produk makanan kesehatan memiliki efek plasebo. Para penggunanya merasa seperti mendapat manfaat kesehatan padahal sebenarnya tidak.
Dr. Philip Gerber, seorang spesialis di klinik gizi University Hospital Zurich mengaku sudah menggunakan medical foods selama beberapa tahun terakhir namun masih membutuhkan lebih banyak data. "Saya tidak yakin apakah medical foods akan laku di pasaran. Produk seperti ini harus dibuktikan keefektifannya," ujar Philip.
Sedangkan para kelompok pasien menyambut baik inisiatif ini. "Saya tidak peduli apakah ini obat tradisional atau medical foods. Masih ada pasar kebutuhan medis yang amat besar," ujar James Hendrix selaku Direktur Insiatif Ilmu Global pada asosiasi Alzheimer di Amerika Serikat.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN