Saat memasak udang umumnya ditambahkan garam. Namun, garam bisa memberi asupan natrium berlebihan. Karenanya para ahli mencari alternatif bahan lain untuk membuat udang juicy gurih.
Menurut sciencedaily (11/04) Paul Sarnoski, asisten professor Univeristy of Florida/IFAS Ilmu Makanan dan Nutrisi mengatakan umumnya fosfat atau garam meja dipakai untuk mempertahamkan kelembaban daging atau seafood. Tetapi jika menambahkan garam terlalu banyak tidaklah sehat. Selain itu harganya mahal.
Dalam sebuah penelitian baru-baru ini yang dipublikasikan di Journal of Food Science, Sarnoski dan rekan-rekannya mengatakan selain fosfat, ditemukan polisakarida yang merupakan jenis karbohidrat sebagai aditif makanan mempertahankan kandungan air didalam udang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam studi ini, peneliti UF/IFAS menguji udang putih Atlantik yang punya unsur lezat dan bergizi sebagai ciri khasnya. Menurut National Oceanic dan Atmospheric Administration, pada tahun 2012, terdapat 59 juta kilogram udang. Atau 30% dari seluruh impor seafood Amerika.
Udang putih Atlantik populer karena rasanya yang manis. Menurut sebuah studi tahun 2006 di University of Georgia, udang ini merupakan sumber protein yang baik, mengandung niacin, zat besi, fosfor, seng dan sumber vitamin B12.
“Pemakaian poliskarida tidak akan mengubah rasa dan tampilan udang pada konsumen,’ tutur Sarnoski. Hasil diperoleh melalui tes rasa yang dilakukan oleh peneliti panelis konsumen di UF Pusat Smell and Taste.
Polisakarida harganya lebih murah dan dalam jangka panjang biayanya lebih rendah bagi pengolah makanan, restoran dan konsumen. Dibandingkan dengan pemakaian fosfat.
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN