Adalah Dario Stefano, senator Italia, yang mengusulkan hal tersebut. Ia ingin anak-anak usia sekolah dasar (SD) di sana mempelajari wine sebagai bagian dari budaya Italia.
"Kini Italia adalah produsen wine terbesar di dunia. Wine adalah sejarah kita dan kita harus senang serta bangga untuk mengajarkan anak-anak tentang ini. Pelajaran akan mencakup sejarah dan budaya pembuatan wine. Tiap wilayah Italia menghasilkan wine sehingga inilah yang menyatukan kita," ujar Stefano seperti dikutip dalam Munchies Vice (05/04).
Attilio berujar, "Kebiasaan minum wine banyak hilang di keluarga Italia. Marilah kita taruh kembali wine di rumah dan di sekolah karena Anda tidak meminumnya untuk mabuk. Ini adalah asal identitas kita."
Ide ini mungkin terdengar kontroversial mengingat bisa saja muncul kebiasaan negatif sehubungan minum wine di kalangan anak usia SD. Namun dalam RUU dijelaskan mereka tidak diajarkan mencicip wine melainkan hanya seputar budaya wine.
Skema percontohan pelajaran wine kini sedang berjalan di sekolah-sekolah di Bresica, Italia Utara. Pelajaran wine termasuk sejarah pembuatan wine di zaman Yunani dan Romawi serta peran wine dalam opera Italia.
Para pendukung RUU berharap hal ini bisa mempromosikan sikap sehat terhadap alkohol dan menginspirasi beberapa diantara mereka untuk berkarir di bidang wine.
Vito Intini selaku wine taster terkemuka yang memulai inisiatif di Bresica menjelaskan, "Kami mengajarkan bagaimana wine, bersama roti dan minyak zaitun, menjadi inti dari makanan Italia. Kami tidak mempromosikan penjualan wine, kami hanya ingin menghubungkan wine dan budaya."
Attilio juga berujar keuntungan dari pelajaran wine sudah terbukti di Prancis. Pelajaran ini justru mengurangi jumlah pesta wine negatif di kalangan anak-anak.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN