ADVERTISEMENT

Alain Ducasse Segera Buka Restoran di Versailles

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Senin, 04 Apr 2016 15:17 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Prancis dikenal sebagai 'rumah' bagi sejumlah restoran mewah dunia. Kini Alain Ducasse segera melengkapi daftar tersebut dengan membuka restorannya di Versailles.

Versailles atau Istana Versailles merupakan salah satu istana terluas dan terindah di dunia. Taman megah didalamnya menjadi taman istana terluas yang memikat wisatawan lokal maupun mancanegara. Berlokasi 20 km dari barat daya kota Paris, Versailles juga menjadi simbol sistem monarki absolut dari Ancien Régime.

Foto: iStock

Kini Versailles menjadi salah satu tujuan wisata populer di Paris. Wisatawan bisa berkeliling kompleks istana untuk melihat bangunan-bangunan klasik.

Tak lama lagi, wistawan juga bisa bersantap di restoran milik Alain Ducasse, chef kenamaan berdarah Prancis.

Dikutip dari Wall Street Journal (01/04), Dewan Direksi Istana Versailles telah menyetujui rencana penyewaan bangunan Versailles untuk jaringan hotal Prancis, Lov Hotel Collection dan celebrity chef Alain Ducasse.

Foto: Getty Images

Usai melewati proses bertahun-tahun, konsorsium berkomitmen menginvestasikan 25 juta euro guna merenovasi bangunan Grand Controle, Petit Controle, dan Pavillon des Premieres Cent Marches.

Bangunan ini akan 'disulap' menjadi 20 kamar hotel mewah, lengkap dengan fasilitas spa, kolam renang bawah tanah, dan teras menghadap Versailles Orange Grove dan kebun Bosquet de la Reine.

Adapun Lov Hotel Collection dan Alain Ducasse akan membayar sewa sebesar 1 juta euro per tahun. "Agar menguntungkan, hotel dengan ukuran seperti itu haruslah high-end dan mewah," ujar Catherine Pégard selaku presiden proyek.

Proyek ini menunjukkan bagaimana situs kebudayaan megah Prancis mencari cara untuk menggalang dana. Ini dilakukan sehubungan pemerintah Prancis yang tidak lagi memberi anggaran bagi Versailles.

Foto: iStock

Disamping Versailles, Louvre juga mengadakan beberapa kegiatan pengumpulan dana lewat penyelengaraan acara-acara pribadi. Meski terlihat efektif, ide 'penyewaan' situs budaya ini tidak disetujui beberapa pihak.

"Memberikan ruang Versailles pada sekelompok orang yang sangat kaya bukanlah bagian dari semangat Prancis," ujar Arnaud Upinsky, kepala asosiasi Coordination Défense Versailles.

Pégard punya alasan tersendiri mengenai keputusan penyewaan beberapa ruangan Versailles. "Grand Controle, misalnya, sudah tidak ditempati sejak tahun 2006 dan diserahkan kembali ke pada pihak istana tahun 2008. Bangunannya memprihatinkan sehingga membutuhkan setidaknya 5 juta euro sebaga dana renovasi mendesak," tuturnya.

Namun ia menegaskan, tidak semua bangunan Versailles bisa disewa. Baru-baru ini Pégard menolak permintaan operator kereta kuda dan fotografer yang ingin menawarkan foto berkostum abad-17 bagi para pengunjung. "Saya tidak ingin mengubah Versailles menjadi Disneyland," pungkasnya.

(adr/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT