Kopi Toraja Segera Tersedia di Starbucks Amerika Serikat dan Kanada

Kopi Toraja Segera Tersedia di Starbucks Amerika Serikat dan Kanada

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Rabu, 30 Mar 2016 11:22 WIB
Foto: Starbucks/iStock
Jakarta - Kopi Toraja, Sulawesi Selatan dikenal sebagai kopi spesial berkualitas. Kini gerai kopi ​berjaringan ​internasional Starbucks ​akan ​segera menjualnya.

Kopi di Indonesia memiliki sejarah panjang. Tahun 1960, pedagang Belanda menyelundupkan tanaman kopi dari kota pelabuhan Arab, Mocha. Mereka beraharap bisa 'mematahkan' monopoli Arab dalam produksi kopi di Indonesia.

Kopi yang tumbuh di Indonesia ternyata berkualitas baik karena kondisi tanah vulkanik dan iklim tropis yang hangat. Tiga abad kemudian, pulau-pulau di Indonesia terus menghasilkan kopi berkualitas dengan cita rasa khas masing-masing.



Kopi Sumatera, misalnya, cenderung full-bodied dengan cita rasa smooth di mulut. Tercecap rasa rempah kering dan fresh earth dalam kopi ini. Sementara kopi dari Barat pegunungan Jawa dikenal dengan tekstur dan rasa cokelat susu yang lembut.

Di lereng Timur Indonesia, kopi yang dihasilkan bercita rasa earthy dengan sentuhan rasa fresh sage. Sedangkan Toraja, Sulawesi menghasilkan kopi berkarakteristik herbal dengan lapisan rasa rempah yang halus dan terasa buttery di mulut.

Cita rasa kopi Toraja yang unik membuat Starbucks menjual Sulawesi Single Origin di gerai-gerai seluruh Amerika Serikat dan Kanada dalam waktu terbatas. Kopi dijual dalam bentuk whole bean seberat 1 pound (0,5 kg) dan kemasan K-cup. 



Secara khusus coffee buyer Starbucks, Ann Traumann mendatangi pegunungan terpencil di Toraja untuk mendapat biji kopi tersebut. "Pemandangannya sangat indah, seperti sesuatu yang belum pernah saya lihat," ujar Traumann.

Ia mengatakan petani kopi Toraja masih menggunakan sistem pertanian tradisional. Traumann bercerita, "Anda akan menemukan campuran segala sesuatu, seperti pohon kopi yang ditanam bersama pohon kakao dengan rempah-rempah dan vanili."

Anthony Carroll selaku Manajer Pengembangan Kualitas Kopi Senior Starbucks mengatakan Starbucks punya sejarah panjang dengan para petani kopi di Sulawesi. "Kami telah berkolaborasi dengan petani lokal sejak 1996 dan turut membangun TK Sapan di Toraja," cerita Carroll.



Ia mengatakan kopi Sulawesi sebenarnya menjadi menu original Starbucks pada tahun 1971. "Sejak saat itu, kami terus membeli kopi dari sana. Dan kini kami sangat senang bisa memperkenalkan kopi Toraja pada pelanggan kami," tambah Carroll.

Starbucks menerapkan praktek pembelian kopi yang memperhatikan aspek kualitas, akuntabilitas ekonomi, tanggung jawab sosial, dan lingkungan dari daerah setempat.

(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads