Di Dapur Ini, Apel Cacat Diubah Jadi Saus Apel yang Lezat

Di Dapur Ini, Apel Cacat Diubah Jadi Saus Apel yang Lezat

- detikFood
Jumat, 25 Mar 2016 11:01 WIB
Foto: iStock/Wowt NBC Omaha
Jakarta - Tiap tahun 68 juta kg hasil panen di Wisconsin, Amerika Serikat terbuang. Karenanya Wisconsin Innovation Kitchen berinisiatif mengolah sisa panen, seperti apel menjadi saus apel kemasan yang tahan lama.

Wisconsin Innovation Kitchen di Mineral Point mengolah sekitar 12.000 apel untuk dijadikan saus apel sehat. Apel yang digunakan merupakan apel cacat atau memar yang sering kali terbuang sia-sia dari sisa panen.

Dikutip dari Wowt NBC Omaha (24/03), pengolahan ini menggunakan mesin canggih dan steril berbentuk tabung. “Kami mencoba memproses saus apel ini dalam suhu minimal 180 derajat. Kebanyakan berada pada suhu 195 derajat,” ujar Barry Hottmann, Presiden Innovation Kitchen.



Hottmann menjelaskan meski cacat atau memar, apel tetap mengandung nutrisi yang sama. Karenanya apel ini perlu dimanfaatkan untuk mengurangi limbah makanan sekaligus diolah jadi produk yang lebih berguna.

“Kelebihan dari mesin yang kita miliki adalah kita dapat menggunakan apel, butternut squash, atau bahan lain. Mesin akan mengubahnya menjadi purees, sup, atau saus apel yang tahan lama. Saus ini perlu dibekukan atau dimasukkan dalam kulkas lalu didistribusikan pada food bank dan orang-orang yang membutuhkan,” terang Hottmann.

Feeding Wisconsin memperkirakan 750 ribu warga Wisconsin butuh bantuan makanan. “Dari jumlah itu, termasuk teman dan tetangga kita yang berisiko kelaparan,” ujar Direktur Eksekutif Feeding Wisconsin, David Lee.

Ia menginformasikan, “Sekitar 82% orang yang datang ke food bank kami adalah orang yang memprioritaskan makanan murah dan sehat. Dengan menyediakan sumber makanan sehat dan bergizi seperti saus apel ini, mereka mungkin dapat menekan anggaran biaya untuk makan.”



Tiap hari, mesin di Wisconsin Innovation Kitchen mampu menghasilkan 4.300 cup saus apel. Proses pengolahan membuat masa bertahan apel menjadi lebih lama 6 bulan, 12 bulan, bahkan 18 bulan.

“Kelaparan bukanlah masalah produksi melainkan distribusi. Tiap petani tentu ingin hasil panennya berakhir di meja makan orang-orang bukan dibuang. Produk seperti ini bantu atasi kelaparan dan meningkatkan efisiensi serta keberlanjutan sistem pangan kita,” tutur Lee.

Proyek Wisconsin Innovation Kitchen berjalan dengan dana hibah 50.000 USD. Pihaknya berharap apa yang dilakukan saat ini adalah permulaan pembuatan makanan segar dan sehat bagi orang yang membutuhkan.

Feeding Wisconsin adalah asosasi di seluruh negara bagian dari enam Feeding America Food Bank yang melayani seluruh negara. Termasuk Second Harvest Foodbank of Southern Wisconsin di Madison.

(/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads