Alat Berisi Bubuk Alami Ini Bisa Kurangi Limbah Sayur dan Buah

Alat Berisi Bubuk Alami Ini Bisa Kurangi Limbah Sayur dan Buah

Lusiana Mustinda - detikFood
Jumat, 18 Mar 2016 09:21 WIB
Foto: Mashable / Thinkstock
Jakarta -

Rumah tangga menjadi salah satu sumber limbah makanan terbesar. Banyak orang yang membeli makanan dalam jumlah berlebih dan akhirnya rusak serta terbuang sia-sia.

Phresh food protector merupakan produk baru yang dapat menunda hasil pembusukan makanan segar hampir satu bulan lamanya.

Pelindung makanan ini didesain dengan bentuk yang unik yaitu robot dan apel. Alat ini berisi bubuk yang dikemas dalam sachet yang bisa disimpan dalam mangkuk buah, rak makanan, lemari es dan dimana saja Anda menyimpan makanan segar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bubuk yang ada dalam kemasan sachet ini diklaim dapat menunda pembusukan buah-buahan dan sayuran , seperti strawberry, kentang dan tomat.



Menurut Β Mashable (17/03), bubuk ini dibuat dari minyak esensial mikroenkapsulasi yang didalamnya juga dicampur dengan mustard, oregano dan serai. Meskipun ada bahan lain yang bekerja dengan rempah-rempah organik untuk mencegah pembusukan makanan, Professor di Ben Gurion University, Arie Markus dan Charles Linder masih terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk membentuk bubuk spesifik dari Phresh's.

The Kickstarter mengklaim, campuran yang tepat dari minyak dan dikemas dalam bentuk bubuk dapat menciptakan pengawet makanan alami untuk buah dan sayur yang optimal.



Dua belas bungkus bisa cukup untuk satu tahun,Β tergantung berapa banyak pemakaiannya dan bahan yang ingin diawetkan. Amit Gal-Or selaku pendiri mengatakan paket isi ulang ini dijual dengan harga antara $10-15 atau RpΒ 129.800 hingga Rp 194.700Β . Dan kini perusahaan berencana untuk meluncurkan produknya secara online.

Jika produk ini bekerja dengan baik seperti yang di harapkan akan sangat membantu untuk pengurangan limbah makanan tanpa harus membeli tempat penyimpanan khusus ataupun menggunakan metode pengawetan yang non food grade.

" Dengan d edikasi terhadap makanan organik dan penanganan makanan secara alami, kami telah mampu memetakan bakteri yang tepat, jamur dan virus yang menyebabkan pembusukan di setiap buah atau sayuran," jelas Gal-Or.




(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads