Banyak mitos seputar makanan beredar tanpa dibarengi penjelasan fakta. Susu full cream, misalnya, dianggap bisa memicu obesitas. Benarkah hal ini?
Selain konsumsi susu full cream, ada juga mitos tentang konsumsi kentang yang buruk bagi kesehatan. Independent (14/03) merangkum mitos makanan yang sering beredar sekaligus menjelaskan fakta terkait hal tesebut.
1. Susu rendah lemak tidak selalu lebih sehat
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun peneliti lain mengingatkan susu perlu dimasukkan dalam menu harian seseorang. "Di gizi, tidak ada yang absolut. Hanya pernyataan relatif dalam konteks lain mengenai apa yang seseorang makan," ujar profesor gizi di New York University, Marion Nestle.
2. Tidak perlu menghindari konsumsi kentang
Olahan kentang seperti keripik, kentang goreng, dan potato wedges sering dicap tidak sehat karena menggunakan banyak bahan tambahan. Namun bukan berarti konsumsi kentang harus dihindari karena sumber karbohidrat ini tinggi vitamin C dan serat. National Health Service (NHS) Inggris mengungkap kentang berperan penting dalam pola makan harian, khususnya jika dimasak tanpa garam dan lemak. Hindari pula mengupas kulit kentang karena makan kentang bersama kulitnya bermanfaat tingkatkan asupan serat serta vitamin.
3. Makanan bebas gluten tidak selalu lebih sehat
Makanan berlabel bebas gluten (gluten-free) makin banyak di pasaran. Meliputi roti, cake, dan sereal yang sebenarnya ditujukan untuk seseorang yang sensitif terhadap gluten. Sayangnya, banyak orang menganggap label bebas gluten berarti lebih sehat sehingga mereka yang sebenarnya tidak sensitif terhadap gluten turut mengonsumsinya.
Melihat hal ini, Dr Peter H.R. Green dari Pusat Penyakit Coeliac di Universitas Columbia mengingatkan, "Membatasi asupan gluten dapat mengakibatkan kekurangan vitamin, mineral, dan serat."
4. Sushi bisa tinggi gula dan sodium
Sushi kerap jadi primadona makanan sehat karena dibuat dari nasi, ikan mentah, dan digulung rumput laut (nori) tanpa bumbu. Namun hal ini tidak selamanya berlaku mengingat kebanyakan sushi ditambahkan saus tinggi gula dan sodium. Jumlah nasi pada sushi juga perlu dicermati karena berupa karbohidrat olahan. Jenis karbohidrat ini perlu waktu lama dicerna dan dapat mengakibatkan lonjakan gula darah.
5. Jus mungkin tinggi gula dan mengandung perasa buatan
Jus jadi pilihan minuman sehat dan praktis untuk penuhi kebutuhan buah harian. Sayangnya, tidak semua jus terbuat dari buah alami. Mungkin saja jus, terutama yang kemasan, diberi tambahan gula, pewarna, atau perasa buatan.

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN