Komunitas Ini Sulap Dapur Umum Jadi Restoran untuk Layani Tuna Wisma

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Kamis, 10 Mar 2016 13:30 WIB
Foto: Oddity Central/Thinkstock Foto: Oddity Central/Thinkstock
Jakarta - Para tuna wisma kerap rendah diri saat mengantre makanan gratis dari dapur umum. Untuk mengatasinya, Kansas City Community Kitchen 'menyulap' dapur umum layaknya restoran. Lengkap dengan pelayan dan makanan ​enak​.

​Urusan ​operasional dapur umum dijalankan Episcopal Community Services selama lebih dari 30 tahun. Namun pada 5 Februari 2016, dapur ini kembali dibuka dengan konsep jauh berbeda. Terlihat para staf relawan melayani tuna wisma selama hari kerja, mulai jam 11 siang hingga 2 pagi.

Konsep dapur umum benar-benar dibuat layaknya restoran. Para tuna wisma akan disambut di pintu masuk, dipilihkan tempat duduk, dan disediakan menu buatan executive chef Michael Curry.

Pelayan lalu bertanya menu apa yang mereka inginkan dan segera menyajikan menu segar dari dapur. Konsep ini sengaja dihadirkan untuk membuat mereka yang kurang beruntung merasa bermartabat meski menikmati makanan gratis.



"Kami berusaha mengubah anggapan tentang seperti apa dapur umum," ujar Direktur Keterlibatan Komunitas Episcopal, Mandy Caruso-Yahne seperti dilansir dari Oddity Central (10/03). Ia menjelaskan siapapun bisa datang ke sini, tuna wisma ataupun bukan.

Curry yang juga pemilik restoran Lil' Bubba Kansas City mengaku dirinya pernah hidup dalam kemiskinan hingga bergantung pada dapur umum untuk makan sehari-hari. Ia senang bisa membantu masyarakat dengan membuat menu yang enak sekaligus sehat.

Curry bahkan berencana membuat menu berdasarkan kondisi kesehatan atau larangan agama tertentu. Pria ini juga kerap menanyakan tanggapan tamunya terhadap menu yang disajikan.

Untuk Prapaskah kemarin, misalnya, dapur umum membuat menu makan siang swai berbumbu, casserole brokoli keju, kentang garlic-Parmesan dengan saus tomat rumahan, dan salad hijau dengan vinaigrette tomat dan air.



"Minggu lalu ada tamu yang bertanya kapan kami membuat barbecue. Jadi saat kami menyiapkan daging ayam di kemudian hari, kami memutuskan membuat sandwich ayam degan saus racikan sendiri yang tidak mengandung banyak gula dan garam," tutur Curry.

Disamping membantu tuna wisma, dapur umum ini juga membantu para staf relawan dengan menghadirkan ECS Culinary Cornerstones Training Program selama 12 minggu. Progam ini mengajarkan keterampilan memasak dan manajemen keuangan bagi para pengangguran.

Mereka juga berkesempatan menggunakan pengalaman ini untuk bekerja sungguhan di industri makanan. Curry menjelaskan, "Kami ingin jadi tempat yang diandalkan restoran di Kansas City ketika mereka mencari pegawai dapur yang berkualitas."

Salah seorang tuna wisma, Brian Oglesby mengaku senang bersantap di dapur umum ini. "Mereka memperlakukan saya dengan baik, seperti tidak tahu bahwa saya tuna wisma."

Sementara itu, presiden Episcopal Community Services, Beau Heyen mengatakan "Tempat ini mewakili seperti apa kita sekarang. Tidak hanya makanan yang beda, kini tidak ada lagi antrean panjang tuna wisma dan nampan seperti siswa SD. Tamu kami akan dilayani layaknya mereka berada di sebuah restoran," pungkasnya.

(adr/odi)