Oddity Central (01/03) mengabarkan supermarket dengan aplikasi Näraffar menerapkan sistem belanja online di kehidupan nyata. Setelah masuk, pembeli cukup memindai kode produk lewat aplikasi khusus dan transaksi belanjapun selesai dalam hitungan menit.
Adalah Robert Ilijason, warga Viken, Swedia yang menggagas Näraffar. Ide ini muncul ketika dirinya kesulitan mencari makanan bayi karena tak ada supermarket terdekat. Ia lalu mendirikan supermarket yang buka 7 hari 24 jam.
Näraffar yang berarti toko terdekat dalam bahasa Indonesia ini telah disetujui Apple bulan Januari. Robert pun berinisiatif mendirikan supermarket di gedung tua kantor pos.
Biaya belanja nantinya ditotal tiap bulan. Kelebihan lain dari aplikasi ini, pengguna dapat memesan barang bila stoknya habis.
Tak hanya itu, pengguna juga dapat menyarankan barang apa yang sekiranya perlu ditambahkan supermarket lewat salah satu fitur Näraffar.
Ketiadaan pegawai tentu munculkan kekhawatiran akan pencuri. "Untuk mengantisipasinya, saya mendesain sistem yang dapat mengenali pelanggan lewat identitas bank mereka, sebuah identitas khusus yang digunakan bank di Swedia. Jadi saya tahu semua pelanggan," ujar Robert.
Ia menginformasikan seseorang yang punya masalah terkait kredit tidak dapat memasuki supermarket.
Selain itu, supermarket juga dilengkapi kamera di tiap sisinya untuk menjaga keamanan.
Robert menjelaskan sementara kisah aplikasi Näraffar dan supermarket nampak sukses, ia belum sepenuhnya balik modal.
"Hal ini sudah saya sadari karena supermarket berlokasi di sebuah desa sepi dengan 2 toko kompetitor," ujar Robert.
Ia menambahkan, "Alasan saya memilih lokasi ini adalah karena disinilah saya tinggal. Tapi nampaknya supermarket ini akan lebih sukses di tempat lain."
Kedepannya Robert berambisi membuka supermarket di kota kecil lain. "Ini bisa jadi General Store 2.0," pungkasnya.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN