Daging Ayam dan Sayuran Hijau Sebaiknya Tak Dipanaskan di Oven Microwave

Daging Ayam dan Sayuran Hijau Sebaiknya Tak Dipanaskan di Oven Microwave

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Kamis, 03 Mar 2016 13:32 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Dengan oven microwave, memanaskan makanan jadi mudah dan cepat. Namun tak semua makanan cocok dipanaskan mengingat risiko kesehatan yang ditimbulkan.

Dikutip dari Independent (22/02), Food Standars Agency dan European Food Information Council mengumumkan lima makanan yang perlu diwaspadai ketika dipanaskan. Ini sehubungan bakteri yang mungkin berkembang dalam makanan atau protein yang rusak saat makanan dipanaskan.

1. Daging ayam



Seperti telur, daging ayam dan unggas lainnya terkontaminasi bakteri salmonella dalam jumlah standar. Kondisi ini dapat timbulkan masalah kesehatan ketika daging dipanaskan. Pasalnya gelombang panas tidak dapat menjangkau seluruh permukaan daging sehingga akan ada beberapa bagian yang lebih cepat matang dibanding yang lain. Bilapun ingin memanaskannya, penting untuk membalikkan sisian daging agar matang merata.

Meski begitu, memanaskan daging ayam tetap tidak dianjurkan karena proteinnya mudah pecah. Hal ini dapat sebabkan gangguan perut ketika daging dimakan.

2. Nasi

Memanaskan nasi kabarnya dapat sebabkan keracunan makanan. Anggapan ini diluruskan Food Standars Agency. Pihaknya mengatakan kondisi tersebut mungkin terjadi karena proses pengolahan dan penyimpanan nasi yang salah sebelum dipanaskan.

Nasi yang belum terlalu matang mungkin mengandung spora bakteri yang sebabkan keracunan makanan. Ketika nasi dimasak, spora tersebut masih bertahan. Lalu bila nasi dibiarkan lama di suhu ruang, jumlah spora akan berlipat ganda dan dapat sebabkan keracunan makanan seperti muntah dan diare. Proses pemanasan kembali dikabarkan tidak mampu hilangkan spora.

Sebaiknya nasi dikonsumsi sesaat setelah dimasak. Bila tidak memungkinkan, dinginkan nasi secepat mungkin (idealnya satu jam setelah dimasak) dan simpan di kulkas tidak lebih dari sehari sebelum dipanaskan.

3. Kentang



Masalah dari memanaskan kentang bukanlah proses pemanasannya tetapi penyimpanan kentang setelah dipanaskan. Bila didinginkan di suhu ruang lalu dibiarkan tanpa disimpan di kulkas, Clostridium botulinum akan berkembang. Terlebih bila kentang dibungkus aluminium foil.

Memanaskan kentang kembali tidak selalu dapat membunuh Clostridium botulinum. Karenanya simpan kentang dengan tepat di tempat dingin agar botulisme tidak terjadi.

4. Jamur

Menurut European Food Information Council, jamur mengandung protein yang mudah rusak akibat enzim dan mikroorganisme. Penyimpanan jamur yang tidak tepat sebelum dipanaskan berpotensi sebabkan sakit perut ketika dimakan.

Memanaskan jamur pada suhu 70C terbilang aman bila sebelumnya jamur disimpan di kulkas selama tidak lebih dari 24 jam.

5. Bayam



Bayam dan sayuran berdaun lainya mungkin tinggi nitrat, tergantung dimana sayuran ditanam. Nitrat sebenarnya tidak berbahaya namun dapat berubah menjadi nitrit kemudian nitrosamin. Menurut European Food Information Council, keduanya berbahaya karena bersifat karsinogenik.

Nitrit dan nitrosamin juga pengaruhi kemampuan darah dalam membawa oksigen. Pada anak-anak dapat sebabkan kondisi yang dikenal dengan Blue Baby Syndrome. Karenanya European Food Information Council tidak menganjurkan pemanasan bayam dan sayuran berdaun lainnya.

(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads