Mahasiswa Ini Tewas Usai Minum Teh Campur Poppy Seed

Mahasiswa Ini Tewas Usai Minum Teh Campur Poppy Seed

Lusiana Mustinda - detikFood
Rabu, 02 Mar 2016 10:19 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Di China, poppy seed banyak ditemukan sebagai campuran bagel hingga mie. Tapi baru-baru ini ditemukan kasus kematian mahasiswa di Amerika karena diduga konsumsi teh beropium.

Pada Sabtu malam (28/02), Steven "Austin" Underhill (21 tahun) minum teh bersama saudaranya di James Madison University yang diseduh dengan poppy seed. Mahasiswa teknik ini ditemukan tewas keesokan harinya. Polisi menduga ini dikarenakan ia langsung mengonsumsi poppy seed dalam minuman.

"Kami tahu berdasarkan penelitian yang kami lakukan bahwa poppy seed memiliki efek mematikan dan korban mengonsumsinya," tutur Chris Rush, Letnan Operasi Khusus Harrisonburg kepada The Daily News.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah kasus pertama yang kami punya di sini. Tidak ada yang menunjukkan adanya inisiasi," tambahnya.



Dilansir dalam Muncies Vice (01/03), poppy seed mengandung berbagai konsentrasi morfin dan kodein, keduanya merupakan zat yang bersifat adiktif. Kelebihan dosis morfin dapat menyebabkan kematian dengan mengisi paru-paru dengan cairan yang berasal dari aliran darah yang dikenal dengan edema paru-paru.

Karena konsentrasi morfin dalam poppy seed dapat sangat bervariasi, ini membuat sulit untuk memprediksi tingkatan dari bahayanya mengonsumsi teh yang mengandung biji hitam ini.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Forensic Sciences, konten morfin dapat menghasilkan 2 hingga 251 kali tergantung dari jenis benih, waktu panen, proses pencucian biji hingga faktor lainnya. Terutama poppy seed dijual dalam jumlah besar di supermarket tidak diatur kandungan jumlah opiat karena hanya dimaksutkan digunakan untuk campuran kue.



Poppy seed dalam kasus Underhill ini dilaporkan, dibeli di toko Harrisonburg lokal di dekat Universitas. Sejak itu, banyak toko-toko di daerah tersebut memutuskan untuk meniadakan poppy seed dalam raknya karena mereka takut akan sebabkan kematian ataupun kecanduan.

Proses poppy seed dalam pembuatan bir dapat mencapai efek morphine dalam waktu 15 hingga 20 menit dan efeknya bisa bertahan sekitar 24 jam. Residu ini menciptakan halusinogen ketika diseduh dalam jumlah tinggi. Tapi teh memiliki rasa yang pahit sehingga belum banyak orang yang populer dengan pencampuran ini.

Dikutip dari Medicaldaily.com, penyebab pasti kematian Underhill masih belum diketahui. Sebuah laporan toksikologi masih tertunda, sampel urin dan darah akan mengungkapkan adanya morfin dan kodein terkonsentrasi yang sebabkan kematian.

Penyidik berencana untuk menguji teh poppy seed yang dikonsumsi pada malam sebelum kematiannya dan membandingkannya dengan sampel yang ditemukan dalam laporan.

(adr/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads