Kekeringan dan Penyakit Picu Kenaikan Harga Minyak Olive hingga 20%

Kekeringan dan Penyakit Picu Kenaikan Harga Minyak Olive hingga 20%

Odilia Winneke Setiawati - detikFood
Kamis, 25 Feb 2016 10:54 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Kekeringan dan serangan bakteri pada pohon zaitun di Italia sebabkan produksi minyak zaitun turun. Hal ini juga menyebabkan kenaikan harga.

Dikabarkan independent.uk (24/02) kekeringan dan penyakit yang menyerang perkebunan zaitun di selatan Eropa berdampak pada produksi minyak zaitun. Dalam beberapa bulan ke dapan harga eceran minyak zaitun di supermarket akan naik hingga 20%.

Hasil panen zaitun musim gugur tahun lalu sangat buruk terutama di Spanyol dan Italia yang menjadi produsen terbesar minyak zaitun di dunia.



Di Spanyol sendiri tahun lalu mengalami musim panas terkering dan petani zaitun harus berjuang mengatasi kekeringan. Lebih dari 300 juta pohon zaitun ada di bagian selatan Spanyol dan memproduksi dua kali lebih banyak extra virgin olive oil dari Italia.

โ€˜Pohon zaitun merupakan tanaman bersiklus. Kadang satu tahun panen bagus, tahun berikutnya jelek dan selanjutnya membaik. Panen yang kurang memang biasanya tidak menjadi sebab, tetapi tahun 2014-2015 merupakan bencana,โ€™ ujar Lisa Mullins dari Filippo Berio UK.

Sementara di Italia bakteri Xylella fastidiosa menyerang hampir sejuta pohon zaitun. Bakteri ini dikenal sebagai sindrom penurunan cepat yang berakibat matinya pohon zaitun.



Hal ini berakibat minyak zaitun di Italia naik harganya. Berkisar 14% -20% dalam minggu-minggu mendatang. Bakteri Xylella fastidiosa juga terindentifikasi menyerang bagian selatan Prancis yang mengancam pasokan minyak zaitun Prancis.

(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads