ADVERTISEMENT

Sedap Legendaris dari Solo

Nasi Gurih Berlauk Komplet yang Mengenyangkan

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Senin, 22 Feb 2016 12:54 WIB
Foto: detikFood
Jakarta -

Menyebut kuliner Solo, tak bisa meninggalkan nasi liwet. ​Nasi berlauk komplet dan​ mengenyangkan ini mudah dijumpai sepanjang hari​ di warung tenda hingga restoran.​

Tiap daerah di Jawa punya racikan nasi lengkap dengan aneka lauk. Bila Pekalongan punya nasi megono, Semarang punya nasi ayam, maka Solo punya nasi liwet.

Dilihat dari isi dan penyajiannya, nasi liwet mirip nasi ayam Semarang. Keduanya berisi nasi gurih aneka lauk dengan pincuk ​daun​ pisang sebagai tempat sajiannya. Lauk pokoknya terdiri dari suwiran ayam dan sambal goreng labu siam.

Perbedaan antara keduanya adalah nasi liwet Solo ditambahkan areh di atas nasi, sedangkan nasi ayam Semarang menggunakan kuah opor berwarna kuning. Sambal goreng labu siamnya juga lebih pedas dibanding sambal goreng labu siam pada nasi liwet.



Untuk membuat nasi liwet, beras dimasak bersama santan, garam, serai, dan daun salam hingga matang. ​Nama 'liwet' mengacu pada proses penanakan nasi dengan api kecil, tidak dengan cara dikukus sehingga nasinya lebih pulen. Nasi ini ​disajikan dalam pincuk daun pisang, ditambahkan aneka lauk.

Kepada detikFood (19/10), Muhamad Darmojo selaku Penanggung Jawab Joglo Group (pengelola Waroeng Solo) menceritakan lauk pendamping nasi liwet​.​ ​T​erdiri dari sambal goreng pepaya muda, telur kukus (kumut), ayam suwir, dan santan kental (areh).

"Umumnya sayur yang dipakai adalah sambal goreng labu siam, namun Waroeng Solo menggunakan pepaya muda. Irisan pepaya dimasak bersama cabai merah besar, bawang merah, bawang putih, dan tomat. Meski terlihat pedas karena berwarna merah oranye, sambal goreng pepaya muda ini tidak pedas​," ungkapnya.​

Darmojo menuturkan, "Ini karena cabai yang dipakai adalah cabai merah besar yang sudah dibuang bijinya."

Sementara lauknya berupa ayam suwir. Daging ayam dimasak dengan cara diungkep bersama bawang merah, bawang putih, dan kunyit. "Ayam ini tidak memakai santan, hanya bumbu ungkep biasa," tambah Darmojo.

Pelengkap yang unik dan khas adalah telur kukus. "Orang Jawa menyebutnya kumut. Dibuat dari kuning telur yang dicampur bersama santan kental lalu dikukus hingga matang."

Ada pula areh yang dibuat dari campuran putih telur dan santan kental. Teksturnya kental berwarna putih, sementara rasanya gurih ringan.



Di Solo, nasi liwet biasa dimakan pagi atau malam hari. "Pada malam hari biasanya penjual nasi liwet memanfaatkan emperan toko yang sudah tutup sebagai lahan berjualan," tutur Darmojo.

Beberapa penjual nasi liwet ternama Solo antara lain Nasi Liwet Wongso Lemu, Nasi Liwet Bu Sarmi, dan Nasi Liwet Yu Sani.

Jika ingin membuatnya sendiri, resep nasi liwet ini bisa dicoba.

(adr/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT