Jangan Lupa Minum Wedang Jahe dan Makan Sego Kucing di Malam Hari!

Sedap Legendaris dari Solo

Jangan Lupa Minum Wedang Jahe dan Makan Sego Kucing di Malam Hari!

Maya Safira - detikFood
Kamis, 18 Feb 2016 19:20 WIB
Foto: detikFood/Bondan Winarno
Jakarta - Sego kucing dan wedang jadi santapan khas Solo di malam hari. Karena itu ​jangan lewatkan suasana asyik makan sego kucing dan menghirup wedang yang anget enak.​

Yogyakarta mengenal istilah angkringan. Sedangkan Solo menyebutnya wedangan. Layaknya angkringkan, warung tenda ini sama-sama menawarkan hidangan sampai minuman hangat berharga terjangkau. Sehingga banyak warga Solo menghabiskan waktu malam di wedangan.

Istilah 'wedangan' berasal dari kata 'wedang' yang dalam bahasa Jawa berarti air panas. Dipakai untuk aneka jenis minuman hangat. Seperti kopi, teh, minuman berempah dan lainnya.



Awal mulanya wedangan berupa penjaja yang membawa bakul minuman panas. Dalam satu pikulan lain ada bermacam jajanan pendamping minuman. Termasuk singkong goreng, lentho, klenyem dan pisang rebus.

Di masa lalu, penjual minuman dan makanan itu dikenal dengan istilah hik. Sambil menyantap camilan dan menghirup wedang hangat, warga berkumpul di sekitar penjaja sambil mengobrol.

Kini wedangan yang bertransformasi sebagai warung tenda sudah menyebar di tiap sudut kota Solo. Salah satu sajian khas wedangan adalah sego kucing atau nasi kucing.



Sego kucing berupa sebungkus nasi putih ukuran kecil dengan sedikit sambal dan secuil bandeng goreng. Jika perlu tambahan lauk, burung puyuh goreng, bermacam sate, tahu dan tempe bacem.

Bagi penyuka sayur, ada pula sego oseng-oseng. Pada sajian ini, ​3 sendok makan​ nasi putih dilengkapi oseng buncis dan sambal.



Seusai menyantap nasi kucing, pengunjung wedangan bisa menyeruput minuman hangat. Pilihannya pun beragam. Ada teh jahe, wedang ronde, wedang kacang, wedang jahe, wedang tape, kopi hingga jahe susu.

Di Solo terdapat wedangan yang cukup terkenal. Antara lain Warung Wedangan Pak Wiryo di Jl. Perintis Kemerdekaan dan Wedangan Mat-matan Pak Item di Solo Baru.

Jika ingin menikmati sajian khas wedangan lebih nyaman bisa datang ke tempat bergaya rumah. Misalnya Omah Lawas di Jl. Dr. Supomo atau Cafe Tiga Tjeret di depan kraton Mangkunegaran.

(adr/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads