Manisan Kelengkeng dan Jau Gok, Camilan Simbolik yang Wajib Disajikan (2)

Sajian Istimewa Tahun Monyet

Manisan Kelengkeng dan Jau Gok, Camilan Simbolik yang Wajib Disajikan (2)

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Kamis, 04 Feb 2016 14:03 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Selain kumpul bersama keluarga, perayaan tahun baru juga diisi dengan menikmati ragam makanan enak. Tersedia berbagai camilan yang melambangkan hal baik untuk tahun baru.

Manisan lengkeng, misalnya, melambangkan reuni atau kumpul bersama orang tersayang di tahun baru. Sedangkan jau gok melambangkan kebersamaan. Bagaimana dengan camilan lainnya?

5. Permen



Permen menyimbolkan kehidupan manis di tahun baru. Biasanya aneka permen dikemas dalam kotak emas berbentuk simbol keberuntungan. Masyarakat China kerap memberi kotak permen ini pada kerabat terdekat sebagai hadiah tahun baru.

6. Kue keranjang (nian gao)

Panganan yang satu ini sangat identik dengan perayaan Imlek. Pengucapan Nian Gao dalam bahasa Mandarin berarti "kue tahunan" terdengar mirip dengan ungkapan "lebih tinggi tiap tahun." Karenanya mereka yang makan kue keranjang di tahun baru diharapkan berkedudukan lebih tinggi.

Terdapat dua pilihan rasa yaitu gurih dan manis. Masyarakat China Utara lebih menyukai kue keranjang gurih, sementara masyarakat China Selatan lebih memilih rasa manis. Versi gurih biasanya digoreng dan disajikan sebagai makanan utama, sedangkan versi manis biasanya dimakan sebagai camilan.

Kue keranjang ini juga kerap dijadikan hadiah untuk keluarga atau kerabat yang akan memasuki sekolah lebih tinggi atau mendapat promosi jabatan di tempat kerja.

7. Kue beras ketan



Tak hanya di China, kue beras ketan (zongzi) umum dinikmati masyarakat keturunan China di berbagai tempat. Panganan mirip bacang ini berisi banyak makanan seperti kacang tanah, kacang merah, chesnut China, dan daging babi lalu dibungkus daun bambu. Makan kue beras ketan melambangkan panen melimpah di tahun baru.

8. Jau gok atau gok zai

Sepintas camilan ini terlihat seperti dumpling goreng biasa, namun terdapat perbedaan bentuk dimana pinggiran jau gok dipilin seperti pastel di Indonesia. Isiannya bisa berupa daging atau kelapa. Jau gok lebih banyak dinikmati masyarakat Kanton. Mereka membuat camilan ini bersama keluarga saat liburan untuk menjalin kebersamaan.

(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads