Dre Masso Bereksplorasi dengan Sambiloto dan Manggis

Dre Masso Bereksplorasi dengan Sambiloto dan Manggis

Odilia Winneke Setiawati - detikFood
Kamis, 04 Feb 2016 13:32 WIB
Foto: detikfood
Jakarta -

Berkarir cemerlang di London tetapi mixologist ini justru memilih Bali sebagai tempat mengembangkan profesinya. Apa saja yang dilakukan untuk memberi sentuhan baru racikan minumannya?

Agaknya takdir sudah menggariskan Dre Masso untuk berkarir di bidang minuman. Sejak kecil ia sudah akrab dengan dunia makanan dan minuman. Ikut sang ibu yang bekerja paruh waktu di restoran.

Hijrah dari Columbia ke London dan meniti karir dari tingkat bawah dijalaninya. Di usia 15 tahun bekerja paruh waktu di sebuah bar. Mulai dari mencuci gelas, menyajikan minuman dan mempersiapkan buah-buahan untuk campuran cocktail.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bekerja pertama kali di Joe’s Bar and Grill di Richmond membuat Dre menemukan kenikmatan mencampur minuman dan menyajikan minuman baru. ‘ Mencampur minuman menjadi enak dinikmati sama rasanya seperti chef yang memasak makanan lezat,’ tutur Dre pada detikfood (30/1) di Bali.

Singgah pertama di Indonesia tahun 2010 sebagai konsultan Potato Head Jakarta, akhirnya tahun 2013 pindah ke Bali dan menjadi konsultan penuh semua outlet PTT Family di Jakarta, Bali dan Singapura.

Kecintaannya akan minuman pun ia ekspresikan dalam bar terbaru yang dibuka bulan lalu, Akademi bar yang berlokasi di the Katamama hotel, Seminyak Bali. Proyek baru ini membuat Dre makin semangat.

Akademi bar ini berkonsep modern. Tak menempati salah sebuah sudut seperti bar klasik tetapi dalam ruangan yang ditata dengan materi marmer dan warna biru yang sejuk. Dua buah meja marmer tersedia untuk menikmati cocktail.

Meja bar yang terbuka dan dekat dengan kursi tamu membuat tamu bebas berkomunikasi dengan bartender, lebih akrab dan hangat. ’Saya ingin tamu merasa nyaman, santai dan dapat pengalaman dalam menikmati minumannya,’ ujar Dre dengan penuh semangat.



Untuk memberi aksen lokal yang kuat, Dre dan tim bereksplorasi dengan bahan lokal. Arak, hasil fermentasi beras ketan, aren dan air kelapa menjadi bahan untuk diperkuat dengan aneka rasa. Buah lokal, aneka rempah segar, aneka jeruk hingga racikan jamu jadi bahan infuse arak ini.

Kini sudah ada 20 jenis arak beraroma yang dibuat. Arak ini menurutnya rasanya mirip Mezcal, sejenis vodka. Ia ingin mengembangkan sesuatu yang bersumber pada produk lokal Indonesia.

‘Saya dan tim bartender di sini mencoba berbagai jenis buah lokal. Terong belanda, manggis, belimbing wuluh, sambiloto hingga jamu Jawa saya cicipi. Indonesia sangat kaya akan koleksi rasa,’ ungkap Dre yang sangat menyukai tequilla.

Selain 9 signature cocktail dalam menu, tamu masih bisa memesan minuman khusus. Namun, racikan cocktail di Akademi tak akan bisa didapat di bar lain. Ini karena berbagai bahan dibuat sendiri oleh Dre Masso.

Deretan stoples di dinding bar menunjukkan beragam arak dari berbagai bahan. Dari rosella, serai, belimbing wuluh, kayumanis, nanas, dan lain-lain.



Mamarita, cocktail yang diracik dengan bahan utama manggis. Berupa mangosteen bitter sebagai pengganti angustura bitter dan mangosteen jus. Ditambah Jimador tequilla dan cointreau sebagai bahan klasik.

Cocktail ini disajikan dalam gelas porselin berkaki dengan mulut lebar. Hiasannya berupa garam kulit manggis. Rasa asam segar jeruk dan manggis mendominasi cocktail ini. Garam kulit manggis yang gurih sedikit pahit justru membuat rasanya jadi unik.



Demikian juga dengan Jumping Julep. Cocktail ini dibuat dari lemongrass gin, jus belimbing wuluh, pure nangka dan arak jeruk dan cengkeh. Hasilnya, cocktail dengan rasa segar dan asam yang unik dan eksotik!

Bermain dengan bahan lokal, Dre Masso tak melewatkan cokelat Indonesia khususnya Bali yang punya gradasi rasa unik. Kali ini cokelat arak jadi aksen kuat Xocolatl. Dipadu dengan kuning telur, cokelat leleh dan dark wheat beer, cocktail ini rasanya istimewa. Ada semburat legit, sedikit buih dan pekat cokelat!



Eksplorasi rasa dan bahan agaknya jadi obsesi Dre Masso. Karenanya setiap kali singgah ke Akademi bar, tamu akan menemukan minuman dengan sentuhan rasa baru.

‘Setiap bulan kami akan punya tema bahan untuk eksplorasi. Misalnya di bulan Januari cokelat, kemudian tebu dan rosella. jadi akan selalu ada yang baru dan unik,’ tutup pria yang juga penulis buku ‘Margarita Rocks’ dan ‘Classic Cocktails at Home’.











(odi/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads