Siddharth Shah, Shashwata Narain, dan Alexander David baru saja mengukir prestasi dengan temuan ilmiahnya di ajang 2016 Y-Prize. Ketiganya berhasil memproses fermentasi bir 9 kali lebih cepat dengan teknologi mikrofluida.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila ditotal, teknologi mikrofluida mampu menghemat biaya produksi bir dalam jumlah amat besar. Kelebihannya lagi, teknologi ini tidak mengorbankan kualitas maupun komposisi bahan pembuatan bir.
Selama masa percobaan, mereka dibimbing para pimpinan perusahaan bir ternama dunia seperti MillerCoors, Anheuser-Busch, InBev, Biocon India, dan Heineken.
Fermento berhasil membawa pulang hadiah utama sebesar 10.000 US Dollar setelah mengalahkan dua tim lainnya. Mereka berhasil melalui tahap presentasi 10 menit dan sesi tanya jawab bersama panel yang terdiri dari pakar bioteknologi dan investor.
Para panel berkewajiban mengevaluasi potensi pasar dan kelayakan teknis dari masing-masing ide yang ditawarkan tim.
Selain uang tunai, Fermento juga berhak mengkomersilkan ide mereka dengan bantuan teknologi biomedik Universitas Pennyslvania.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN