Makanan di Pesawat Terasa Kurang Enak? Ini Alasannya

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 01 Feb 2016 09:34 WIB
Ilustrasi: Thinkstock Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Sering kali makanan yang disajikan di atas pesawat terasa hambar atau kurang enak. Kondisi ini rupanya bisa dijelaskan secara ilmiah.

Perubahan kelembaban dan tekanan udara menjadi faktor utama penyebab cita rasa makanan dalam pesawat kurang sedap. BBC (12/01) menjelaskan alasannya seperti berikut.

1. Kondisi kering dan tekanan rendah
Berada di ketinggian membuat tekanan udara dan kadar kelembaban semakin menurun. Pada ketinggian sekitar 30.000 kaki, kelembaban dalam kabin pesawat hanya kurang dari 12%. Kondisi ini bahkan lebih kering daripada di gurun.

Kombinasi kondisi kering dan tekanan rendah inilah yang membuat sensitivitas indera pengecapan manis dan asin seseorang menurun hingga 30%. Uniknya, studi yang dilakukan Institut Fraunhofer, Jerman pada 2010 ini tidak mempengaruhi pengecapan rasa asin, pahit, dan pedas.

Untuk mengakalinya, beberapa chef maskapai penerbangan menambahkan lebih banyak garam untuk makanan di kabin atau menggunakan rempah-rempah yang lebih kuat.

2. Jumlah produksi yang banyak



Produksi makanan untuk penumpang pesawat dilakukan sekaligus dalam jumlah banyak. Tugas ini tentu sulit mengingat semua makanan perlu dimasak dan disiapkan di darat. Proses pengemasan, pendinginan, dan pemanasan kembali sesaat sebelum makanan disajikan di atas kabin membuat cita rasa makanan berkurang. Apalagi kebanyakan maskapai menggunakan oven konveksi yang menghantarkan lebih banyak panas dan membuat permukaan makanan menjadi lebih kering.

3. Saluran pernafasan terhambat
Selain menurunkan sistem kerja indera pengecapan, tekanan rendah dalam kabin juga menghambat saluran pernafasan. Selain itu, tekanan juga mengurangi kemampuan molekul bau menguap dan masuk ke hidung. Kondisi ini dapat diibaratkan seperti saat hidung Anda sedang tersumbat, rasa makananpun jadi kurang sedap.

4. Rasa wine turut berubah



Tak hanya makanan, cita rasa wine pun berubah menjadi lebih asam, sedikit pahit, dan cair saat disajikan di atas pesawat. Perubahan tekanan di kabin, lagi-lagi, menjadi penyebab terjadinya hal ini. Untuk mengatasinya, maskapai penerbangan perlu memilih wine yang lebih fruity dengan keasaman dan tannin yang rendah.

Jikapun masih ingin menyesap wine, para ahli menyarankan untuk meminumnya di awal-awal penerbangan karena kondisi kelembaban masih belum terlalu rendah dibanding jika sudah lama di pesawat.

(msa/odi)
Load Komentar ...