Walau Indonesia punya kue dan penganan yang beragam, mereka juga suka croissant dan eclair. Kehadiran pastry Prancis ini menambah semarak dunia pastry Indonesia.
French Pastries atau kue khas Prancis termasuk klasik dan legendaris. Namun uniknya, makanan kecil ini seakan tak pernah habis popularitasnya di dunia, dan juga di Indonesia.
Menurut Chef Gerald Maridet, Executive Chef Pullman Jakarta Hotel, orang Indonesia suka dimanjakan dengan tampilan visual berupa penampilan pastry yang cantik. Kecantikan bentuknya ini juga mempengaruhi gaya hidup orang Indonesia. Chef Gerald yang berasal dari Prancis ini memberikan istilah pastry Prancis sebagai 'fashion style items'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pastry Prancis begitu populer karena lidah orang Indonesia paling menyukai tren dan rasa terbaru. βOrang Indonesia suka akan paduan rasa yang tidak terlalu manis namun agak gurih. They like to mixed those two ingredients. Apalagi, tekstur seperti choux, eclairs, yang fruity dan tapi tidak terlalu renyah,β ujarnya pada detikFood (29/1).
Menurut Gerald Maridet, tak semua pastry yang ia buat bergaya dan bercitarasa serupa. Hal ini karena selera orang Eropa berbeda dengan orang Indonesia. βOrang Eropa punya selera rasa dan tekstur yang lebih kompleks dengan pastry. Jadi memang pastry Prancis di Indonesia dan Eropa tidak boleh disamakan begitu saja, walau bentuknya kurang lebih sama,β ungkap chef yang hobi bersepeda ini.
Chef Gerald kelihatan sudah tahu betul selera orang Indonesia. Untuk varian eclair dan choux, menurutnya orang Indonesia suka dengan bentuk unik dan terbaru, tapi kalau menyentuh soal rasa, orang Indonesia lebih suka yang klasik. βAsal jangan terlalu creamy, orang Indonesia pasti suka,β akunya.
Serupa dengan Chef Gerald, Chef Kim Pangestu yang berkebangsaan Indonesia juga ikut berpendapat tentang kehadiran pastry Prancis di Indonesia. βPastry chef Prancis itu kreatif, selalu melakukan inovasi dari produk klasik dan menyesuaikannya dengan kemajuan zaman. Contohnya saja eclair,β aku chef yang berada di balik lezatnya pastry di gerai Nomz Kitchen & Pastry.
Namun dibalik tampilannya yang cantik dan elegan, pembuatan pastry Prancis butuh teknik dan presisi yang tinggi. Misalnya saja jika kita mengikuti tahapan proses pembuatan eclair dengan baik, maka kita dapat menghasilkan eclair yang sempurna.
Selain eclair, Chef Kim Pangestu mengambil contoh croissant. βCoba saja lihat croissant yang ada dimana-mana. Mau dari toko kue yang bisa dinikmati semua kalangan sampai artisan bakery, croissant ada. Mau dibuat gurih, bisa. Tambahkan sayur dan daging di dalamnya. Mau dibuat manis pun bisa, tambahkan cokelat yang manis dan meleleh, dijamin orang Indonesia pasti suka!β tutur chef lulusan Le Cordon Bleu Sydney ini.
βBelum lagi, jika ada yang rasanya unik dan tampilannya berbeda dan cantik. Dua hal ini pasti jadi daya tarik khusus bagi pelanggan,β tutup Chef Kim Pangestu.
(tan/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN