Keju mozzarella di Italia dikabarkan tidak dibuat dari susu, melainkan terbuat dari curd yang diimpor dari Jerman. Ini memicu ketegangan hubungan dan Italia dan Jerman.
Seperti yang dilansir Independent (27/1), asosiasi peternak Italia mengakui bahwa satu dari empat jenis keju mozzarella yang dijual di Italia bukan dibuat dengan susu sapi atau kerbau. Melainkan terbuat dari curd industri yang diimpor.
Pengungkapan tersebut diikuti dengan berita polisi menyita tiga setengah ton curd di peternakan Murgia di Puglia, Italia. Polisi khawatir bahwa curd tersebut telah digunakan untuk memproduksi mozzarella.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roberto Moncalvo ketua grup pertanian nasional Coldiretti, terpanggil untuk melakukan tindakan untuk melindungi reputasi salah satu produk makanan yang berharga.
“Mengingat bahwa ini merupakan kecurangan baru dan penipuan, tidak bisa buang-buang waktu dalam menyelamatkan reputasi keju mozzarella yang diberi label “made in Italy”. Harus dilakukan tindakan segera dengan menunjukkan asal-usul produk susu untuk menjamin transparansi dan kesehatan konsumen,” ujar Roberto.
Ia memperingatkan bahwa penggunaan curd yang diimpor selain susu produksi rumahan, terlepas dari produk keju kualitas dua juga berakibat pasar jadi bias. Dapat mengacaukab harga di petani Italia dan mendorong penutupan peternakan.
Keju mozzarella yang memiliki kualitas terbaik dibuat dari susu kerbau yang diberi label DOP (Denominazone di Origine Protetta) atau susu yang masih murni. Mozzarella merupakan bahan topping pizza. Tetapi akhir-akhir ini, kekhawatiran akan kualitas dan keamanan telah diuji kekentalannya, serabut, dan keju putih.
Pada tahun 2008, dioxin terdeteksi ada dalam susu kerbau lokal. Dioxin merupakan bahan kimia karsinogenik yang diduga terdapat dalam tanah dan rumput yang dimakan oleh kerbau akibat pembuangan limbah beracun ilegal.
Pada 2010, para ahli di Italia mendapat isu bahwa terdapat kontaminasi pada keju mozzarella karena mozzarella berubah warna menjadi biru.
(msa/msa)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN